Belajar Dari Penjual Roti dan Kerupuk

Akhir-akhir ini saya suka boros dalam pengeluaran yang emang ngga sebanding sama pemasukan. Pengeluaran itu pun kadang saya rasa suka sia-sia, misal buat makan atau beli hal yang ngga penting. Ujung-ujungnya yang ada rasa nyesel karena kenapa uang itu ngga saya tabung atau dipake buat sesuatu yang berguna. *Sedih*

Tadi siang sekitar jam dua siang *panas bangeett...*, pas perjalanan pulang dari kampus menuju rumah. Saya liat kakek penjual roti lagi nuntun sepeda rotinya di pinggir Jl.Ngesrep, Tembalang. Si kakek jalannya sambil nunduk, dilehernya terlilit handuk kecil.

Sampe rumah, mamah cerita habis beli kerupuk di tukang kerupuk yang suka lewat depan rumah. Kata mamah, tukang kerupuk ini masih muda, cocok jadi anak sekolahan, dan kalo terawat dengan baik pasti cakep. Hanya karena kondisi ekonomi dia jadi terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya. Tukang kerupuk ini pasti nengok kerumah saya saban kali dia melintas. Mamah yang ngga tega akhirnya maksain beli beberapa plastik kerupuk, sambil nawarin si mas minum segelas air es. *cuaca jam satu siang. Pasti kebayang panasnya kayak apa??* Si mas ini keliatan haus banget, kata mamah. Dia juga bawa botol aqua buat wadah minum, tapi airnya udah habis. Mamah sempetin nanya-nanya sama si mas kerupuk. Dia ternyata ngekost di Salatiga *what??? Salatiga itu lumayan jauh buat ditempuh dengan cara jalan kaki!!* Udah gitu jualannya juga susah, karena jarang laku. T.T

Ya Allah. Sedih banget liat mereka yang susah cari uang buat sekedar bertahan hidup. Saya malah kadang ngga mikir ngeluarin uang, padahal saya belum kerja. Hiks *Boros*

Marley and Me


Dari sekian buku yang saya punya, buku ini adalah salah satu yang paling berkesan. Saya suka setiap buku yang ber-kaver hewan.

Pertama kali saya liat di Gramedia, saya langsung jatuh cinta! Harus beli! Tapi nabung dulu karena uang yang saya bawa waktu itu belum mencukupi. Beberapa bulan kemudian saya balik lagi ke toko buku itu. Yaaaah..bukunya udah ngga ada. Sedih!

Sampe akhirnya saya liat buku ini lagi di toko buku yang sama dan kebetulan saya bawa uang lebih sedikit. Buku inipun berpindah tangan. Alhamdulillah..

Marley and Me. Judul sebuah buku yang kemudian difilmkan dan diangkat dari kisah nyata penulisnya. John dan Jennifer Grogan, sepasang suami-istri yang mengadopsi anjing kecil yang super aktif hingga sering merusak perabot rumah. Menjelang tuanya, Marley, sang anjing harus dieuthanasia (suntik mati) oleh pemiliknya karena tidak tega dengan keadaan Marley yang kepayahan.

Nangis baca buku ini.
Sampe pengen punya anjing. Karena ngga punya anjing, saya jadi semakin sayang sama kucing-kucing dirumah. Buku ini ngajarin kita supaya menghargai hewan. Bukan hanya sebagai hewan, tapi juga sebagai sahabat dan saudara.

Plastik atau Kaleng

Satu pak minuman bersoda isi enam yang terbuat dari kaleng alumunium mampu menampung cairan yang hampir sama jumlahnya (2,3 liter) dengan sebuah botol minuman bersoda ukuran dua liter. Namun, dalam hubungan terhadap lingkungan, dampak yang dihasilkan keduanya tak sama. Yang manakah yang harus dipilih?


Botol Plastik
  1. Bahan dasar : plastik polietilena tereftalat (PET) #1, dibentuk dari dari minyak tanah dan gas alam.
  2. Energi yang terpakai dalam proses pembuatan : setara dengan jumlah energi yang digunakan untuk menyalakan bohlam 50 watt selama 16 jam.
  3. Kesehatan : PET #1 adalah salah satu jenis plastik yang paling aman, namun penelitian membuktikan bahwa antimoni logam berat (mengakibatkan diare) bisa menembus plastik dan mencemari cairan didalamnya selama lebih dari enam bulan.
  4. Pembuangan : Menurut Institut Container Recycling Institute (CRI), hanya 23% botol plastik yang terdaur ulang. Plastik juga hanya dapa didaur ulang beberapa kali saja.
  5. Dampak umum terhadap lingkungan : Selain terbuat dari sumber daya alam tak terbarukan, botol plastik seringkali terbuang ke sungai, aliran air, dan lautan, membahayakan ikan, burung, dan makhluk hidup lain. Proses pembuatan plastik adalah salah satu sumber polusi industri paling besar, menghasilkan sulfur oksida dan nitro oksida, memicu terjadinya hujan asam dan pemanasan global.


Kaleng Alumunium
  1. Bahan dasar : Secara kasar, 60% kaleng soda terbuat dari alumunium yang baru (bijih besi bauksit yang ditambangkan), sedangkan 40% sisanya terbuat dari alumunium daur ulang.
  2. Energi yang terpakai dalam proses pembuatannya : Setara dengan jumlah energi yang digunakan untuk menyalakan sebuah bohlam 50 watt selama 42 jam.
  3. Kesehatan : Walaupun kadar yang terkandung dalam minuman bersoda jarang terdeteksi, kaleng alumunium memiliki lapisan inferior yang mengandung senyawa kimia bisfenol A yang dapat mengganggu hormon.
  4. Pembuangan : Alumunium dengan mudah dan tak terbatas dapat selalu didaur ulang, dan lebih sering dilakukan dibandingkan plastik. Menurut CRI, tingkat pendaur ulangannya di AS mencapai hingga 52%.
  5. Dampak umum terhadap lingkungan : Penambangan bauksit dapat menimbulkan kerusakan yang amat parah, membinasakan pemandangan, mencemari air, dan produksi alumunium mentah menghabiskan energi yang paling banyak dibandingkan pembuatan logam jenis lainnya. Lebih dari setengah energi yang digunakan berasal dari pembangkit listrik tenaga air, yang dihasilkan dari pembendungan sungai dan aliran air yang mengganggu habitat perairan. Sumber energi terbesar berikutnya berasal dari pembangkit tenaga batu bara yang merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap muculnya pemanasan global.
Sumber : National Geographic Indonesia edisi Green Living

Mari Berjilbab

Tadi ngga sengaja saya nonton acara Gosip di salah satu televisi. Pas banget sama pemberitaan salah satu janda yang sudah berjilbab. Dari dulunya yang rambutnya dicat hebring mejikuhibiniu, sekarang jadi anggun tertutup jilbab menutup dada. Subhanallah..

Saya jadi berkaca
Saya seperti melihat cerminan diri saya 5 tahun yang lalu. Mungkin saya juga seperti itu. Tapi saya sudah berubah dan akan terus berubah sampai saya menemukan titik kenyamanan saya. Ngga susah koq? Buat sahabat yang ingin menyegerakan berjilbab, kuncinya ada satu : Kita yang harus bergerak mencari hidayah, dan bukan diam menunggu.

Saya ngga sependapat sama mereka yang berkomentar : "Saya mau jilbabin hati saya dulu, sebelum saya menutup aurat saya,"

Memang sih? Hati kita perlu ditata dulu. Tapi menyegerakan berjilbab pun bisa dilakukan sambil menata hati. Mungkin itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Buat yang sudah memutuskan memakai jilbab, saya ucapkan Subhanallah, Alhamdulillah.. semoga jilbabmu kelak sampai akhir hayat.

Buat yang belum tapi sudah sempat kepikiran mau berjilbab.. Semoga hatimu segera mencari dan bukan menunggu sampai hidayah itu datang.

* Barakallah yaa Ukhti :-)

Jajanan Masa Kecil

Permen Hopjes

Hopjes adalah permen dengan rasa kopi dan karamel. Hopje berasal dari Den Haag karena itu juga sering disebut Haagse hopjes. Hopje diciptakan oleh seorang bernama Hendrik Hop pada akhir abad ke-18. Konon ia dilarang minum kopi oleh dokternya, dan karena itu meminta tukang masak Theodorus van Haaren untuk membuat sejenis permen dengan rasa kopi dan karamel. Jaman saya SD, mamah sering banget bawa permen ini, rasanya emang enak banget!! Sayangnya, sekarang udah masuk kategori langka.



Permen Telur Cicak

Permen yang bentu
knya kecil. Isinya adalah kacang kedelai yang dibalut coklat warna-warni. Biasanya sering dijual diwarung depan SD atau pasar tradisional dan dikemas kecil-kecil dalam plastik bening. Rasanya biasa aja sih? Ngga ada yang istimewa, tapi tetep aja dicari karena jajanan jaman kita kecil itu asyik banget buat dikenang.




Harum Manis Rambut Nenek
Harum manis rambut nenek, dipanggil begitu karena bentuknya emang berupa suwiran-suwiran putih yang mirip rambut nenek yang udah putih. Disajikan dengan diapit dua lapis sempe (wafer tipis tawar). Jajanan yang bikin kangen ini agak mudah dicari. Buat yang mau beli bisa dateng ke rak jajanan deket rak obat di swalayan ADA Setiabudi, Semarang.


Gulali Aneka Bentuk
Gulali, siapa sih anak-anak yang ngga suka makan gulali? Rasanya yang manis mirip karamel karena terbuat dari gula pasir yang dilelehkan, bentuknya pun bisa request ke abangnya yang jual. Dengan tusuk bambu kecil, si abang penjual pun dengan lihai membentuk lelehan gula warna-warni sesuai pesanan kita. Walaupun setelah gede nyadar jajanan ini ngga steril tetep aja ada yang suka nyari, nongkrong aja di depan SD..hehe pasti dapet.


Permen Nougat New York

Bungkusnya khas dengan warna oranye dan ada
gambar joki menunggang kuda. Terbuat dari campuran susu dan kacang tanah yang dimasak sampe kental terus dibekuin. Agak keras dilidah sih, tapi begitu lumer dimulut.. maknyuuus!!! Ini salah satu permen favorit saya. Sampe sekarang juga masih suka nyari, cuma susah banget dapetinnya (T_T). Kadang saya nemuin di swalayan ADA Setiabudi, Semarang.



Permen Susu White Rabbit


Ini lagi.. enak nian dimulut! Sayang, permen ini dicekal karena mengandung melamin. Permen ini unik karena kertas pembungkusnya bisa dimakan, mengandung susu katanya. Rasa susu di permen
ini kuat banget, manis, juga legit.



Wafer Coklat Superman


Wafer coklat Superman, jaman saya TK dulu, mamah selalu ngasih saya wafer ini. Ngga heran kalo gigi saya dulu habis karena suka makan yang manis-manis. Wafer yang satu ini masih eksis di pasar maupun swalayan. Kalo kangen tinggal beli deh (^_^)*

Krisis AMDK Biru di Tembalang.


Harusnya yang ada diatas dispenser itu Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon, tapi beberapa hari ini lagi krisis air minum bersih.

AMDK galon dari merek yang iklannya di NTT itu menghilang dari pasaran Tembalang dan sekitarnya. Di beberapa toko distributor terlihat tumpukan galon-galon air kosong, setali tiga uang dengan yang kemasan gelas.

Semenjak air sumur dan PDAM yang lazim dibuat air minum dirumah saya berbau tidak sedap dan mengandung endapan seperti lumpur, keluarga saya beralih menggunakan AMDK untuk kebutuhan sehari-hari. AMDK yang satu ini juga bersahabat sama pencernaan saya, tidak begitu halnya dengan merek-merek AMDK yang lain. Jangan sekali-kali mencoba lagi deh kalau ngga mau perut sakit melilit dan anyang-anyangen (bahasa jawa = buang air kecil tersendat).

Dengar kabar dari tetangga sih stok salah satu AMDK nasional ini sudah habis buat disumbangkan ke Padang dan sekitarnya.

Terus kapan dong stoknya normal lagi? >.<

Enterpreneur, Bukan Sekedar Mata Pencaharian

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Diponegoro ke 52, Fakultas Psikologi UNDIP mengadakan seminar dan workshop kewirausahaan ”How Dare You To Be Out Of The Box” pada Sabtu (3/10) lalu.

Acara yang digelar di ruang 108 gedung Prof.Soedarto, Tembalang ini diisi oleh Anne Avantie (fashion designer asal Semarang), dr.Daniel Nugroho Setiabudhi (CEO Bandeng Juwana), drg.Grace.W.Susanto (CEO Klub Merby), Kristian Hardianto (Pengusaha Perbankan), dan sebagai moderator workshop, Dyah Pitaloka (Pakar Komunikasi Strategis FISIP UNDIP).

Mulai berpikir beda atau out of the box. Sisi itulah yang ingin ditonjolkan pada seminar dan workshop kali ini. Dekan Fakultas Psikologi, Drs.Karyono, Msi mengatakan, ”Pembicara kita adalah orang-orang yang keluar dari jalurnya, seperti dokter kok jualan bandeng? Kan aneh? Maka jadilah lebih kreatif, lebih positif”.

Berbicara mengenai enterpreneurship, siapapun bisa belajar. Enterpreneur bukan sekedar mata pencaharian, namun juga pengembangan sikap. Banyak mahasiswa kini melirik untuk berwirausaha, selain untuk mendapat penghasilan tambahan, juga sebagai pembelajaran mental agar siap menghadapi masa setelah lulus nantinya.

Dyah Pitaloka mengatakan, salah kaprah yang banyak terjadi dikalangan mahasiswa saat berwirausaha adalah bagaimana supaya barang atau jasa mereka cepat laku.

Berwirausaha juga tidak harus bermodal besar, ”Niat dan jangan pernah anggap remeh bisnis kita meskipun skalanya masih kecil. Buat everything is perfect,” tambah dosen jurusan Ilmu Komunikasi ini.

Jangan Sekali-kali Berpisah Dengan Semangat

Anne Avantie yang lekat dengan konde dan bunga kamboja ini salah satunya. Kendati hanya lulusan SMA, namun itu tidak membuatnya patah arang untuk mengembangkan talenta yang dia miliki. Berkali-kali gagal membuatnya sempat menggugat Tuhan hingga pada tahun 1997 namanya mulai dikenal masyarakat sebagai perancang busana sampai saat ini.

”Buat saya tidak ada kalimat kesempatan itu tidak datang dua kali, yang benar adalah semua kesempatan itu emas, dengan kesempatan-kesempatan emas saya itulah saya mampu menumpas belukar kesulitan,” tutur ibu tiga orang anak ini.

Lainnya, dr. Daniel Nugroho Setiabudhi sebagai pelopor bandeng presto yang kini menjadi salah satu ikon kuliner Semarang. Perang batin antara menjadi dokter dan panggilan hati membuatnya sering rela tidak dibayar pasien. Berjualan bandeng duri lunak pada 1981 menjadi usaha sampingan keluarga, hingga saat ini berkembang menjadi Bandeng Juwana Group.

drg. Grace.W.Susanto memilih usaha mengawali jasa penitipan anak hingga klub menggambar dari sepetak lorong di toko buku ”Merbabu” milik kakeknya. Sedangkan Kristian Hardianto mengawali kariernya sebagai office boy dan salesman, hingga kini mampu membangun belasan perusahaan dibidang perbankan.

Dimuat di www.fisip.undip.ac.id