
Datang bulan buat kita para wanita adalah hal yang jamak. Jika jaman dulu pakai kain, sekarang udah beralih ke pembalut yang pastinya lebih praktis, ekonomis juga higienis. Namun saat kajian Annisa di Rohis Fakultas sekitar satu tahun yang lalu, saya jadi meragukan kehigienisan dari pembalut yang beredar di pasaran. Waktu kajian itu ada seorang ummahat yang berdemo tentang pembalut xxx (gambar kanan, warna pink). Beliau sedemikian semangatnya mendemokan barang dagangannya tersebut. Tapi sayangnya harga pembalut xxx yang diimpor dari negara panda itu cukup mahal. Bayangkan saja perbandingannya dengan pembalut lokal. Kalau pembalut lokal satu pack isi 10 harganya Rp. 4.000,- berarti satuannya dihargai Rp. 400,-. Sedangkan pembalut impor xxx itu satu pack isi 10 harganya bisa mencapai Rp. 40.000,- jadi satuannya dihargai Rp. 4.000,-. Jauuuhhh kan...
Ada harga ada rupa. Masing-masing pembalut punya kelebihan. Namun keraguan saya terhadap pembalut lokal jauh lebih besar. Mengapa tidak? Ternyata dari sumber-sumber di I-net, pembalut lokal merupakan produk massal yang diolah dari serbuk kayu dan mengandung zat-zat kimia berbahaya. Zat ini apabila terkena air atau sesuatu yang lembab maka akan mengeluarkan senyawa yang tentunya berbahaya. Bayangkan saja kalau senyawa beracun itu masuk ke organ vital wanita? Bisa-bisa menyebabkan kanker leher rahim dan penyakit mematikan lainnya.
Koq Melebur?
Saat diuji coba pun terlihat jelas perbandingan antara si lokal dan si impor. Saat keduanya sama-sama dituangkan air dipermukaannya, si produk lokal dengan size yang lebar terlihat amat sangat "penuh", sedangkan si impor dengan size minimalis terlihat tetap kering. Nampak pula di permukaan si impor, garis berwarna hijau, yang konon katanya mengandung ion khusus yang bisa menyembuhkan sakit keputihan. Setelah dituang air, Beliau (ummahat) mengambil dua gela bekas air mineral. Kedua pembalut yang sudah dituang air tersebut diaduk. Apa hasilnya? Lama-kelamaan pembalut lokal mulai mreteli, jelly serta renik serupa serbuk kertas juga . Sedangkan pembalut impor nampak biasa saja.
Mamah juga cerita yang sama
Waktu ada dharma wanita ibu-ibu dikantor, ada demo soal pembalut xxx itu. Mulailah mamah juga beli, dan cerita sama saya kalau emang bener apa kata si sales. Khasiat pembalut ber-ion itu terbukti nyata. Walaupun ukurannya yang slim tapi mungkin kemampuan serapnya 3x lipat dari pembalut lokal ukuran night. Non jelly pula. Hmmm..apa iya ya? Kalo ngelihat harganya juga lumayan dahsyat sih? Bisa jebol kantong saya kalo terus-terusan beli pembalut xxx itu deh..



0 komentar:
Poskan Komentar