Pembaca Soal Ujian Untuk Mereka


Hari ini, Senin (7/6), kali kedua saya menjadi tenaga sukarelawan untuk membacakan soal ujian kenaikan kelas bagi saudara kita yang kebetulan tunanetra.

Bagaimana saya bisa menemukan jalan indah ini? Perkenalan dengan komunitas blogger Semarang, Loenpia.net pada Desember 2009 menjadi awal mulanya. Berkenalan dengan banyak orang yang mempunyai ketertarikan pada bidang yang tak sama. Dalam salah satu brainwash kegiatan tahunan di milist, salah satu anggota mengusulkan komunitas tunanetra Semarang, Sahabat Mata.

Sejak berkunjung ke Rumah Sahabat Mata di Mijen, Semarang dan bertemu dengan foundernya, Pak Basuki, saya pun tahu bahwa mereka sering membutuhkan tenaga sukarelawan untuk kegiatan-kegiatan Sahabat Mata, salah satunya adalah dengan menjadi pembaca (reader) soal ujian untuk saudara-saudara kita yang tunanetra. Tenaga reader ini dibutuhkan karena soal-soal ujian yang disediakan pemerintah belum dialihcetak ke dalam huruf braille.

Dua kali saya menjadi reader untuk Andi Setiyono, siswa XI - IPS SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dalam mata pelajaran Tarikh, Al-Quran, Ekonomi Akuntansi, dan Bahasa Inggris. Agak canggung juga ketika semua soal itu harus saya bacakan dengan lafal yang jelas juga dengan suara yang agak kencang. Untung, ruangan Andi dipisahkan dari teman-temannya. Beberapa kali saya menemui kesulitan ketika soal yang saya bacakan berupa ayat Al-Quran, soal cerita dalam Bahasa Inggris yang panjang, atau tabel Akuntansi.

Andi harus ikhlas kehilangan penglihatannya pada tahun 2003 karena kecelakaan saat pertandingan silat. Sebelumnya Andi adalah atlet pesilat junior Jawa Tengah. Remaja kelahiran 1990 ini pun awalnya sempat depresi karena kehilangan masa remajanya. Beruntung, orangtua, keluarga, sahabat, juga guru-guru di sekolah umum sangat membantunya.

Saat saya pertama kali masuk ruangan, Andi sedang dikelilingi beberapa sahabatnya yang secara bergantian membacakan materi pelajaran yang diujikan hari itu. Subhanallah.