Kita tidak akan pernah tahu hingga kapan akan bersahabat.
Saya tidak berpikir macam-macam saat memulai hari pertama memiliki sahabat macam kamu.
Saya merasa senang, karena tak perlu lagi pergi seorang diri jika hendak mengunjungi pameran lukisan, sekedar duduk menghirup kopi di coffeeshop, mencari baju dalam khas wanita, atau melakukan perawatan diri di salon..
Sungguh, saya tak pernah punya sahabat sedekat ini sebelumnya.
Dan, kamulah sahabat pertama saya.
Saya bukan tipikal orang yang mudah bersahabat, entahlah.. :-)
Saya punya beberapa sahabat wanita,
1. Lia, sahabat pertama semenjak kepindahan saya di Semarang
2. Sukma, sahabat SD hingga SMA, 9tahun bertetangga
3. Yuke, sahabat SMA hingga kuliah. Kenal dekat dengan Ayah-Ibunya. Tak sungkan berbagi apa saja
4. Fida, sahabat “kembar” sejak kuliah. Best friend ever!
..masih ada beberapa lagi, saya sayang sekali dengan mereka. :-)
Banyak cara untuk mempertahankan kualitas persahabatan itu. Mulai sms, telepon, email, facebook, twitter, semua bisa dipakai. Berbagi cerita apa saja dan menjadi diri sendiri dalam setiap percakapan yang ada.
Saya hanya takut alpa menjalin silaturahim dengan mereka, entah karena terlalu sibuk atau alasan yang lain. Saya takut jika hanya menghubungi mereka disaat saya membutuhkan mereka.
..semoga tidak
ps : rasa-rasanya, saya harus segera menegaskan pada dia. Saya bukanlah tempat sampah yang bisa dibuka tutup seenaknya.
Saya tidak berpikir macam-macam saat memulai hari pertama memiliki sahabat macam kamu.
Saya merasa senang, karena tak perlu lagi pergi seorang diri jika hendak mengunjungi pameran lukisan, sekedar duduk menghirup kopi di coffeeshop, mencari baju dalam khas wanita, atau melakukan perawatan diri di salon..
Sungguh, saya tak pernah punya sahabat sedekat ini sebelumnya.
Dan, kamulah sahabat pertama saya.
Saya bukan tipikal orang yang mudah bersahabat, entahlah.. :-)
Saya punya beberapa sahabat wanita,
1. Lia, sahabat pertama semenjak kepindahan saya di Semarang
2. Sukma, sahabat SD hingga SMA, 9tahun bertetangga
3. Yuke, sahabat SMA hingga kuliah. Kenal dekat dengan Ayah-Ibunya. Tak sungkan berbagi apa saja
4. Fida, sahabat “kembar” sejak kuliah. Best friend ever!
..masih ada beberapa lagi, saya sayang sekali dengan mereka. :-)
Banyak cara untuk mempertahankan kualitas persahabatan itu. Mulai sms, telepon, email, facebook, twitter, semua bisa dipakai. Berbagi cerita apa saja dan menjadi diri sendiri dalam setiap percakapan yang ada.
Saya hanya takut alpa menjalin silaturahim dengan mereka, entah karena terlalu sibuk atau alasan yang lain. Saya takut jika hanya menghubungi mereka disaat saya membutuhkan mereka.
..semoga tidak
ps : rasa-rasanya, saya harus segera menegaskan pada dia. Saya bukanlah tempat sampah yang bisa dibuka tutup seenaknya.



