Syukur Dari Sebungkus Nasi Goreng

Setiap Jumat sore, saya juga beberapa teman kantor pulang ke Semarang. Dari Jepara kira-kira pukul 5 sore, sampai di Semarang 2 jam kemudian. Kadang, kalau pas sedang pulang, saya suka kepengin makan makanan yang nggak ada di Jepara. Karena sering pulang larut malam, di Jepara referensi makanannya cuma warung yang itu-itu saja.

Kira-kira 4 pekan yang lalu, saya sudah merancang menu makan malam dengan Nasi Goreng Seafood super pedaas di Warung Nasi Goreng Tombo Kangen Jl. Ahmad Yani, dan sesampainya di Semarang, saya bergegas untuk membelinya. Tapi, ditengah perjalanan, orangtua saya menelepon, menawarkan diri untuk menjemput karena malam itu Semarang sedang hujan cukup lebat. Karena memang sudah *ngidam*, saya minta orangtua untuk menunggu saya di ujung gang Jl.Ahmad Yani.

Sewaktu saya mau masuk ke dalam tenda warung, ada satu bapak yang sedang berdiri. Kelihatannya beliau juga ikut antri. Berdiri dengan tangan terkepal didada, seperti orang kedinginan dan berpakaian kumal. Antrian cukup panjang, saya pun duduk didekat tempat nasi dan memandangi si bapak yang juga masih berdiri ditempat yang sama.

Si mas penjual pun memberikan sebungkus nasi goreng ke bapak yang berbaju kumal tadi, entah si bapak memang pesan atau bagaimana, tanpa membayar dan setelah menerima sebungkus nasi goreng itu, si bapak langsung bergegas pergi, dengan mulut komat-kamit dan mendekap erat bungkusan nasi goreng hangat itu didadanya.

Masyaallah, amppuun..

Pemandangan itu meninju hati saya. Si bapak terlihat amat sangat bersyukur dengan makanan itu. Berbagai macam imajinasi berkelebatan dipikiran saya, :
  1. Apakah ada orang yang juga menunggu si Bapak untuk santap nasi goreng bersama?
  2. Apakah si bapak memiliki anak, istri yang kelaparan dirumah?
  3. Apakah si bapak memilih untuk tidak makan, tapi memberikan nasi goreng itu untuk seseorang?
  4. ......
Mungkin kita yang kurang bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Setelah mampu menghasilkan uang sendiri, diantara kita mungkin ada yang cenderung untuk meremehkan hal yang sedikit dengan dalih, "Ah, nanti kan bisa beli lagi"

Yang utama, malam itu saya sangat bersyukur bisa melihat satu bentuk kesyukuran dari hal yang sedikit dan sederhana. Sampai sekarang, pemandangan itu masih lekat dipikiran saya.

Semarang, 01 Januari 2011

Penyelamatan Binatang

Satu bulan yang lalu, Ayah memasang saluran TV kabel dirumah. Berhubung sekarang saya tinggal di Jepara. Hanya 1 kali dalam sepekan saya bisa menikmati tayangan seperti Discovery Channel, TLC, Animal Planet, juga National Geographic Channel.

Sekarang saya menjadi karib dengan tayangan Rescue Ink di National Geographic TV Adventure. Rescue Ink, adalah sekelompok pria bertato, bertubuh kekar. Mungkin dimasa lalu mereka pernah melakukan kesalahan, dan mereka berusaha menebusnya dengan cara melindungi binatang-binatang yang dibuang, diabaikan, disakiti oleh pemiliknya. Duuh, nonton ini tiap Ahad pagi di NatGeoTV pasti sambil mewek..huhuuu T.T

Berhubung keranjingan nonton acara hewan di NatGeoTV, saya jadi sering lihat adegan macan yang menerkam rusa, kuda, atau banteng. Disaat yang lain, saya juga lihat program pembebasan simpanse di TLC yang disiksa oleh pemiliknya. Saya jadi berpikir, saya bisa tega lihat kuda, rusa dimangsa singa atau macan. Karena memang itulah hukum alam, hukum rimbanya. Tapi saya nggak akan pernah bisa tega lihat binatang yang disia-siakan, disiksa, dibunuh oleh manusia. Karena itu adalah perbuatan yang disengaja, dan tidak ada hukum yang menghalalkan hal itu.

Hmmmh..semoga dimasa yang akan datang, saya bisa berbuat lebih banyak untuk menyelamatkan binatang-binatang yang terlantar dijalanan. Sesuai cita-cita semula, bikin pet shelter. :-)

ps : selama menulis ini, saya ditemani Ochin juga Sena yang tidur diatas kasur saya.

Semarang, Desember 2010


Pernikahan Part 1

Mulai kerasa betapa rumitnya merencanakan suatu pernikahan. Semuanya pengin ikut turun tangan dan masing-masing kepala punya pendapatnya sendiri. Saya yang muda dan yang mau menikah cuma bisa diem saja. Ikut manggut-manggut kalau yang direncanakan sama tetua itu sesuai, tapi kalau yang dimau sama tetua itu berbeda sama keinginan saya, terus gimana donggg??

Saya sama calon suami harus berhubungan jarak jauh, Jakarta dan Jepara. Meeting point kami ada di Semarang. Keluarga besar calon suami ada di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sedangkan keluarga besar saya ada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Nah lhoo?? Kapan bisa ketemunya kalau jarak masing-masing itu saling berjauhan? Terpaksalah semua rencana itu ditangani lewat telepon.

Sejauh ini saya belum berekspektasi yang tinggi sekali dengan rencana pernikahan ini. Tapi yang jelas saya senang sekali.. :-) Setelah hampir 3 tahun dan

Finally, I found my way home..

Sebelum Punya Pet Shelter


Sudah hampir 21 tahun hidup saya selalu dikelilingi kucing. Seumur saya memelihara kucing, hanya 1 kali saya mempunyai kucing anggora dan sisanya adalah kucing domestik. Kenapa harus kucing domestik? Tentu saya punya alasan sendiri.

Mungkin sudah sering saya membahas soal kucing di blog ini. Tapi saya selalu ingin menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya punya bersama kucing domestik peliharaan saya. Tingkah laku, pola makan, maupun isyarat yang mereka lakukan selalu saja memantik ide untuk dituliskan.


Aming, adalah salah satu diantaranya. Sebenarnya, kucing jantan ini bukanlah kucing peliharaan kami. Dia milik salah seorang tetangga yang selalu datang kerumah disaat jam makan pagi, siang, maupun sore. Sepertinya, dia mengenali bau kucing yang ada dirumah saya. Selain Aming, ada juga kucing-kucing liar lainnya yang suka mampir, untuk ikut makan atau hanya sekedar meminta minum.


Apakah saya terdengar seperti seorang pengkhayal? Mungkin bagi sebagian, jawabannya adalah IYA. Tapi ada juga sebagian yang punya kesenangan yang sama. Dan saya sih yakin-yakin saja dengan jalan yang saya tempuh, bukankah tiap orang punya kesenangan yang berbeda?


Aming, seperti layaknya kucing jantan yang masuk masa birahi, juga pergi meninggalkan rumah demi mencari sang betina. Dia tidak pulang hingga kira-kira 2 tahun lamanya. Kami sekeluarga mengira Aming sudah mati.
Tapi nyatanya, Aming pulang. Dengan bulu yang kotor dan badan yang kaku (dilihat sekilas saja sudah bisa dibedakan, mana yang lama terurus dengan mana yang tidak).

Ternyata, ada luka menganga yang bernanah dan bau dibelakang telinga kanan Aming. Saya pun urung menggendongnya. Menjijikan tapi saya juga tidak berani membubuhkan obat disana. Seperti yang banyak dikatakan orang bahwa kucing punya beberapa "nyawa", ini dibuktikan oleh Aming. Dia punya daya tahan yang kuat, hingga beberapa pekan kemudian setelah lukanya berulang kali sembuh dan kambuh, akhirnya luka menjijikan itu sembuh total. Tanpa obat apapun, alhamdulillah.


Sekarang Aming masih suka datang kerumah dan bergabung dengan 7 kucing lainnya untuk makan 3 kali sehari. Kendati, Aming adalah kucing liar yang kotor tapi dia tidak pernah jorok dirumah kami. Setidaknya, bagi kami, itu sudah cukup sebagai ucapan terima kasihnya.

Semarang, November 2010

How to Save The Others?

Mas Galih, Petugas Jaga UTDC PMI Semarang : "Satu bulan, kami bisa mengumpulkan -/+ 4000 kantung darah. Jumlah ini meningkat pesat 2x lipat dibanding sebelumnya.."

Syarat-syarat teknis menjadi donor darah:

  • Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
  • Hemoglobin Perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk pria minimal 12,5 gram
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

***

Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:

  • Pernah menderita hepatitis B
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah transfusi
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah tato/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus dipteria, atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu dua minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, dan tetanus toxin.
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah.

* * *

Sedikit fakta tentang darah, dengan harapan anda, saya atau siapapun dapat mengenal lebih tentang darah kita.

  1. Satu kantung/labu darah yang kita sumbangkan, rata-rata bisa menyumbang untuk 3 kehidupan (tambahan: dan hanya awet selama 28 hari/ 4 minggu)
  2. Orang dewasa yang sehat minimal 17 tahun, dan setidaknya mempunyai berat 110 lbs (+/- 45 kg), dapat menyumbangkan sekitar satu labu setiap 56 hari, atau setiap dua bulan.
  3. Empat utama sel darah merah tipe: A, B, AB dan O. RH faktor bisa positif atau negatif. AB merupakan penerima universal; O negatif adalah universal donor sel darah merah.
  4. Satu unit darah dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen: sel darah merah, plasma, platelets dan cryoprecipitate.
  5. Sel darah merah membawa oksigen ke organ-organ tubuh dan jaringan. Sel darah merah tinggal sekitar 120 hari dalam sistem peredaran darah.
  6. Platelets mempromosikan darah dan memberi mereka yang leukemia dan kanker lainnya kesempatan untuk hidup.
  7. Plasma adalah kuning pucat campuran air, protein dan garam. Plasma, yang 90 persen air, membuat sampai 55 persen dari volume darah.
  8. 42 hari: lamanya sel darah merah dapat disimpan. Lima hari: lamanya platelets dapat disimpan. Satu tahun: lamanya plasma beku dapat disimpan. (ini masih menjadi perdebatan karena di Indonesia usia penyimpanan Sel darah merah itu hanya 28 hari atau sekitar 4 minggu)
  9. Anak-anak yang dirawat untuk kanker, bayi prematur dan anak-anak yang memerlukan operasi jantung dan darah platelets dari donor dengan berbagai jenis, khususnya jenis O.
  10. Pasien penderita kurang darah memerlukan transfusi darah untuk meningkatkan tingkat sel darah merah. Kanker, transplantasi dan trauma pasien, serta pasien yang menjalani operasi jantung terbuka memerlukan platelet transfusions untuk bertahan hidup.
  11. Tes tigabelas (11 untuk penyakit menular) yang dilakukan pada setiap unit darah yang disumbangkan.
  12. 17 persen dari non-donor memberikan alasan “never thought about it” sebagai alasan utama untuk tidak menjadi donor, sedangkan 15 persen mengatakan mereka sudah terlalu sibuk.
  13. # 1 alasan donor darah mereka berikan adalah karena mereka “ingin membantu orang lain.
  14. Jika semua memberi donor darah tiga kali dalam setahun, kekurangan darah akan menjadi peristiwa langka di dunia ini
  15. 46,5 gallons: jumlah darah yang dapat disumbangkan jika anda mulai pada usia 17 dan donasi setiap 56 hari hingga mencapai 79 tahun.
  16. Empat langkah mudah untuk menyumbangkan darah: sejarah medis, tes fisik cepat, donor dan makanan ringan.
  17. Donor darah biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 menit (namun bisa memperpanjang nyawa yang membutuhkan, selama bertahun2 lagi). Seluruh proses – mulai dari waktu anda masuk ke waktu yang meninggalkan – berlangsung sekitar satu jam. Setelah menyumbangkan darah, tubuh anda mengganti cairan dalam 1 jam dan sel darah merah dalam waktu empat minggu. Delapan bulan yang diperlukan untuk mengembalikan besi hilang setelah sumbangan.
  18. Darah membuat sampai sekitar 7 persen dari berat badan Anda. Memberikan darah tidak akan menurunkan kekuatan.
  19. Anda mendapat cek kesehatan gratis pada saat anda menyumbangkan darah :) .

Sumber : http://bloodforlife.wordpress.com/syarat-donor-darah/


(Belum) Boleh Berhenti Bermimpi


Kata salah satu kawan komunitas, tahun 2010 ini adalah tahun keberuntungan saya. Lalu, saya menilik ulang mimpi-mimpi saya. Dimulai sejak wisuda bulan Januari 2010 yang didampingi orangtua, adik satu-satunya, juga sang tunangan yang menyempatkan diri cuti barang sehari. Hingga bulan Oktober ini, saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk punya penghasilan sendiri, jadi tidak perlu merepotkan orangtua lagi dalam urusan finansial.

Ditengahi dengan maju satu langkah setelah 2 tahun meneguhkan komitmen menuju hal yang serius dan sebenarnya dengan si dia pada medio September 2010 lalu.

Dan kini, saya terjebak di Jepara, dekat dengan pantai Kartini. Sejak jaman kuliah, inilah yang saya inginkan. Mencoba mandiri, berpisah dengan orangtua. Tercapai sudah semuanya. Saya dialihtugaskan ke Kantor Layanan Syariah Jepara. Dekat dengan laut dan pantai. Salah satu ciptaan Allah SWT yang mampu jadi pelarian disaat penat dan menjadi sumber inspirasi tiada henti.

Mimpi itu tiada batasnya.

Kadang, memang impian-impian itu tersendat dan tidak semuanya berkembang sempurna layaknya cendawan di musim penghujan. Namun, jika kehendak Allah sudah berkata, semuanya akan mengalir tanpa henti, bahkan membuat diri berdecak kagum atas rencana indah-Nya.

Bumi Kartini, Oktober 2010

Chocodot Khas Garut

Idul Fitri 1431 H ini saya berkunjung ke kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dari kota Tasikmalaya. Garut adalah kota kelahiran enin ( nenek dalam bahasa Sunda ) dari pihak ayah. Jenazah almarhumah enin juga dimakamkan di Leles. Saudara yang tersisa hanyalah adik enin, sedangkan anggota keluarga yang lain juga ada yang sudah berpulang atau nggak diketahui jejaknya.

Mungkin sudah banyak orang yang tahu, apa saja kuliner juga kudapan khas Garut. Diantaranya ada dorokdok (kerupuk kulit yang mirip rambak, biasanya terbuat dari kulit sapi), dan dodol. Kalau biasanya, dodol yang dijual di toko-toko kuliner itu murni cuma dodol atau variasi dodol yang dicampur dengan essens buah. Kemarin saya melewati satu toko dodol yang istimewa, d' Jieun Tjoklat, namanya. Tepatnya di Saung Cokelat, Jl. Babakan Selaawi No.25 Cipanas - Tarogong, Garut. Kata Aa Kiki, owner Saung Cokelat, Chocodot juga bisa dibeli via online. Mantaaplah.. ( Aa Kiki, numpang promosi didieu teu nanaon nya'.. ^^ )

D' Jieun Tjoklat adalah toko yang ngejual Chocodot ( Chocolate with Dodol Garut ). Ini inovasi baru dari dodol Garut, jadi sekarang nggak sekedar dodol biasa lagi deh.. ^^ Ada Chocodot rasa bandrek, sekoteng, bajigur, bahkan cabe.



Cokelat bar ini cuma Rp. 12.000,- dan Indonesia Bangeeet..


Chocodot GaGe (Garut Geulis) Rp. 12.000,- per besek kecil

*bikin kalap belanja.. Cantik banget packagingnya*

sumber foto :
  1. Chocodot Bar 12.000,-
  2. Chocodot GaGe (Garut Geulis)

Ini Hidupku, Bagaimana Denganmu?


Hidup bisa berjalan tak sesuai dengan rencana semula. Saya mencanangkan tiga buah dan hanya satu yang teraih, dengan alur dan sketsa yang sama persis selalu saya riuh gemborkan setiap kali ada yang bertanya, "Apa rencanamu? Apa yang ingin kamu raih? Sekolah lagi, bekerja, atau menikah muda?"

Tak ada yang bisa membuat masterplan itu sempurna, karena terkadang ditengahnya akan banyak jalan yang berlubang, persis aspal yang digerogoti tetesan air hujan. Lebih sering, rasa syukur yang menutupinya hingga menjadi kepingan puzzle yang utuh.

Hidup saya tidak sama lagi, setelah Allah memberikan saya apa yang ternyata saya butuhkan. Allah memainkan plan A saya dan saya baru menyadarinya beberapa pekan setelah mimpi yang menjadi nyata itu berjalan.

Setelah lulus, saya amat berharap bisa bekerja ditempat yang sesuai dengan impian saya semenjak sekolah dasar, saya ingin menjadi seorang Jurnalis. Tapi apa mau dikata, Allah menyorongkan saya bulatan nasib yang justru selama ini saya hindari, menjadi seorang bankir. Karena keluarga besar saya mayoritas bergerak di bidang perbankan, saya ingin mencari jalan sendiri, alur yang berbeda, dan tentu impian saya. Allah mengamanahi saya bekerja di salah satu bank syariah terbesar di negeri ini.

Lantas, bagaimana dengan gairah saya yang besar terhadap aktivitas menulis?

Dengan bangga saya katakan. Gairah itu tidak akan pernah padam, meskipun intensitasnya akan berkurang. Menulis adalah hidup saya, dunia yang menemani saat tidak ingin bicara. Seperti kata, Khrisna Pabichara, "dengan menulis, saya bisa menumpahkan kecamuk perasaan, kecewa, amarah, sakit hati, dendam, rindu, sunyi, sepi, kehilangan, harapan, cinta. Dengan menulis sajak, saya merasa lebih sehat."

Ini hidupku, bagaimana denganmu?

Semarang, 17 Agustus 2010

Romantisme Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan acapkali membawa kejutan istimewa. Berwujud kekuatan kasat mata bagaimana mengasah naluri, menahan rasa diri, terus memberi yang terbaik, meski tak luput juga dari sisa-sisa gejolak yang terselip dicelahnya. Ramadhan, bagi saya, bukan dilihat dari menu sahur atau buka puasa, bukan pula murah atau mahalnya asesori hari raya. Ramadhan, menghadirkan ekspektasi tinggi pengalaman spiritual. Melahirkan romantisme juga kerinduan membuncah setelah lolos melewatinya.

Seperti ada gerimis, melihat mereka yang katanya proletar, ikhlas berpuasa ditengah teriknya hari. Berseduh keringat tanpa bisa menawar nasib. Sedangkan, yang katanya kaum cendekiawan, berkeliling penyejuk udara setiap harinya. Malah tertidur saat menunaikan ibadah bekerja, dengan berkelit dan melontar alasan, "Sedang berpuasa".

Ada perasaan tak biasa yang tak bisa saya jelaskan, bahkan dengan kata.

ps : Ramadhan 1431 H - 17 Agustus 2010

Pembaca Soal Ujian Untuk Mereka


Hari ini, Senin (7/6), kali kedua saya menjadi tenaga sukarelawan untuk membacakan soal ujian kenaikan kelas bagi saudara kita yang kebetulan tunanetra.

Bagaimana saya bisa menemukan jalan indah ini? Perkenalan dengan komunitas blogger Semarang, Loenpia.net pada Desember 2009 menjadi awal mulanya. Berkenalan dengan banyak orang yang mempunyai ketertarikan pada bidang yang tak sama. Dalam salah satu brainwash kegiatan tahunan di milist, salah satu anggota mengusulkan komunitas tunanetra Semarang, Sahabat Mata.

Sejak berkunjung ke Rumah Sahabat Mata di Mijen, Semarang dan bertemu dengan foundernya, Pak Basuki, saya pun tahu bahwa mereka sering membutuhkan tenaga sukarelawan untuk kegiatan-kegiatan Sahabat Mata, salah satunya adalah dengan menjadi pembaca (reader) soal ujian untuk saudara-saudara kita yang tunanetra. Tenaga reader ini dibutuhkan karena soal-soal ujian yang disediakan pemerintah belum dialihcetak ke dalam huruf braille.

Dua kali saya menjadi reader untuk Andi Setiyono, siswa XI - IPS SMA Muhammadiyah 1 Semarang, dalam mata pelajaran Tarikh, Al-Quran, Ekonomi Akuntansi, dan Bahasa Inggris. Agak canggung juga ketika semua soal itu harus saya bacakan dengan lafal yang jelas juga dengan suara yang agak kencang. Untung, ruangan Andi dipisahkan dari teman-temannya. Beberapa kali saya menemui kesulitan ketika soal yang saya bacakan berupa ayat Al-Quran, soal cerita dalam Bahasa Inggris yang panjang, atau tabel Akuntansi.

Andi harus ikhlas kehilangan penglihatannya pada tahun 2003 karena kecelakaan saat pertandingan silat. Sebelumnya Andi adalah atlet pesilat junior Jawa Tengah. Remaja kelahiran 1990 ini pun awalnya sempat depresi karena kehilangan masa remajanya. Beruntung, orangtua, keluarga, sahabat, juga guru-guru di sekolah umum sangat membantunya.

Saat saya pertama kali masuk ruangan, Andi sedang dikelilingi beberapa sahabatnya yang secara bergantian membacakan materi pelajaran yang diujikan hari itu. Subhanallah.

Buat Seorang Kawan

sumber foto : .....

Bukan aku tidak suka berteman denganmu. Bukan pula aku tidak ikhlas dengan semua yang pernah kita bagi. Tapi setelah aku timbang, alangkah tidak bijaknya jika kamu hanya memperlakukan aku layaknya sepah.

Datang dan merengek padaku jika hatimu susah. Sedang kamu tidak pernah mau berbagi jika harimu berwarna.
Aku tidak menuntut banyak darimu. Tapi mungkin kita tidak punya banyak kesamaan yang layak dipertahankan. Aku pikir, cukup sekian saja kita menjalin pertemanan.

Kisah-kisah Anjing


Judul Buku : James Herriot's Dog Stories
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2010
Tebal : 623 halaman

Huhuu..buku-buku berkaver anjing atau kucing bikin saya rela nggak jajan apa-apa. Padahal juga udah tahu kalo ujung-ujungnya juga nangis. Tapi tetep aja saya suka..

James Herriot's Dog Stories adalah kumpulan kisah sejati tentang anjing-anjing dan para pemilik mereka, yang jadi keseharian James Herriot's, seorang dokter hewan di pedesaan Yorkshire yang indah.

Buku setebal 623 halaman ini bersetting tempat di Yorkshire, sebuah pedesaan yang indah di Inggris. Dengan deskripsi yang kuat tentang bukit-bukit yang menggunung, diselingi semak-semak heather yang menakjubkan. Persis seperti yang pernah saya lihat di film "Lassie" yang juga bersetting di Yorkshire.

Seperti juga buku tentang hewan peliharaan lainnya. Buku ini banyak bercerita tentang kisah hewan peliharaan dengan pemiliknya. Ada kisah tentang Gyp, anjing gembala yang hanya menggonggong satu kali dalam hidupnya. Juga Bob, anjing Labrador blasteran yang sudah tua. Pemiliknya seorang duda miskin yang sengaja memanggil James Herriot's karena Bob sakit. Dan ternyata Bob menderita sakit kanker stadium akut. Untuk menghilangkan rasa sakitnya, James memutuskan untuk meng-euthanasia Bob. Sang pemilik yang miskin dan kesepian pun merelakan sahabat terbaiknya untuk pergi lebih dulu.

Ada 50 cerita tentang anjing disini. Sedih, senang, lucu bercampur jadi satu. Naaah.buat pencinta binatang, buku ini kayaknya a must read deh.. ^^

Selamat membaca.

Sharing Materi Liqo

--- Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan kita inginkan ---

Waktu masih kuliah, saya suka ikut kajian pekanan. Kebetulan sedikit materinya masih saya simpan. Cuma karena saya pencatat yang buruk, catatan saya tidak banyak. Kadang, sedikit amburadul. Tapi nggak apa-apa ya? Semoga saja bermanfaat. amin. (^_^)

A. Marah

Hal yang manusiawi kalau kita marah. Marah diperbolehkan tapi harus mudah memaafkan. Ada 8 buah kedzaliman kalau kita marah.
  1. Hasut
  2. Mencaci maki saat cobaan datang mendera.
  3. Mendiamkan
  4. Melecehkan, berpaling, menjauhi
  5. Berkata dengan hal-hal yang tidak disukai
  6. Mengolok-olok
  7. Menyakiti fisik
  8. Menahan silaturahim, dst
Cara yang mudah menahan amarah : Allah selalu memaafkan kita, masa kita nggak memaafkan teman yang berbuat salah? Kuncinya adalah sabar dan ikhlas.

B. Penyebab Stress

Ada beberapa penyebab stress :
  1. Banyak keinginan tapi nggak terpenuhi
  2. Nggak bisa menerima kenyataan, nggak realistis
  3. Bersandar pada makhluk
  4. Orang yang mudah sebel dengan orang lain
  5. Suka mempersulit diri sendiri
  6. Orang yang pendengki
  7. Berkumpul dengan orang-orang stress
  8. Suka membicarakan orang lain, suka ber-su'udzon
Ada beberapa tips supaya nggak stress ala Aa' Gym :
  1. Siap menghadapi yang cocok dan nggak cocok dengan keinginan kita
  2. Ridho terhadap segala hal yang terjadi dengan kita. Bersyukur :-)
  3. Jangan mempersulit diri sendiri
  4. Evaluasi diri
  5. Berpikiran dan berperilaku positif
  6. Kalau nggak ada teman curhat, curhatlah sama Allah..
  7. Berteman dengan orang-orang yang shaleh.

Senyum


Dalam fisiologi
, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang. (www.wikipedia.com)

Saya mencoba banyak tersenyum karena beberapa waktu yang lalu, hati ini sempat labil dan tidak mudah bersyukur. Cerita senyumnya dimulai dari kemarin Ahad (9/5) pagi. Saya ditemani Mas Afiq pergi ke Rumah Sahabat Mata. Setelah sempet nyasar dan lewat kebun karet. Akhirnya sampai juga ke satu perumahan sederhana dengan udara masih sejuk juga dingin. Alhamdulillah diterima Pak Basuki, pengasuh Sahabat Mata, dengan sangat baik. Beliau juga sempat menunjukkan rak-rak yang dipenuhi Al-Qur'an Braille dan cara mereka yang tunanetra mengoperasikan komputer. Melihat mereka yang diberi Allah kelebihan seperti itu saja bersabar, bersyukur dan tetap bersemangat melakukan kebaikan, saya merasa tersindir. Dan, senyum pertama itu dimulai.

Sepulang dari Rumah Sahabat Mata, saya lewat bunderan Diponegoro (RS.Elisabeth), saya ketemu dengan kakek penjual jasa sol sepatu. Setelah mampir dan bercakap sebentar, kakek itu berbicara sesuatu kepada saya sambil tersenyum lebar. Padahal hari itu cukup panas, hampir hujan, dan tidak banyak pelanggan yang menggunakan jasanya. Senyum kedua.

Senyum ketiga, dan seterusnya datang hampir disepanjang jalan. Dan, semua itu bermuara pada satu kata : Alhamdulillah. :-)


"Tersenyum saja, walau dunia terasa menghimpitmu. Jika kamu merasa tidak puas dengan apa yang ada dalam genggaman. Luangkan waktu, lihatlah diluar masih banyak yang tidak seberuntung kamu. Tidak punya rumah, keluarga, teman, uang yang cukup, sandang, papan, pangan yang layak."

Kopdar BERmutu #2 : Menulis di Media Massa



Kata Seno Gumira Ajidarma, menulis adalah cara untuk berbicara, berkata, menyapa, dan menyentuh orang lain, entah dimana. Bahwa setiap orang mampu menulis, iya. Memang betul, tapi mempunyai kemauan untuk menulis, itu yang sulit.

Tema Kopdar BERmutu (KOBER) kedua, Sabtu (24/4) kemarin adalah Tips Menulis di Media Massa. Awalnya, acara ini dijadwalkan ada 3 sesi untuk 3 pembicara yang berbeda. Berhubung 2 orang berhalangan jadi cuma menyisakan Om Sukawi yang jadi pemateri tunggal. Om Sukawi adalah salah satu sesepuh Loenpianers juga dosen Teknik Arsitektur UNDIP yang kebetulan tulisannya sering sekali dimuat di media cetak lokal maupun nasional. (kemarin juga dibawain arsip tulisannya. Tebel banget!! --”)

Kenapa mengangkat tema menulis? Tanpa disadari, blogger seperti kita juga termasuk penulis. Blogger menuliskan apa saja untuk kemudian diposting ke blog masing-masing. Tapi kebanyakan tulisan yang dibuat masih terbatas untuk konsumsi umum.

Om Sukawi menuturkan, awal dirinya menulis ke media pada tahun 2005, diakuinya motivasi menulis waktu itu hanya untuk menambah penghasilan. Pertama kali menulis dirasakannya sangat sulit. Tapi karena HARUS dan sedikit dipaksakan, tulisan itu pun jadi juga. Dan butuh waktu 5 kali bagi beliau agar tulisannya bisa dimuat di media cetak. Kuncinya adalah tidak takut gagal, menulis sesuai spesifikasi, kemauan yang keras, dan menulis dengan hati.

Lantas, apa kiat menembus media lainnya?

1. Konsisten dan fokus. (Menulis sesuai passion atau spesialisasi kita, misal kita menaruh minat dengan lingkungan, maka lebih baik tulisan kita membahas tentang kerusakan lingkungan, dsb saja).
2. Konsisten mengirimkan satu tema ke satu media. (Untuk hindari pemuatan ganda).
3. Tema aktual (Menyangkut kepentingan publik yang sedang in).
4. Judul eye-catching.
5. Membaca gaya bahasa, aturan yang dipakai oleh media cetak, dsb.
6. Rajin berlatih. (Untuk memperbanyak jam terbang).
7. Perbanyak perbendaharaan kosakata.
8. Pengarsipan yang baik. (Tulisan yang sudah pernah atau gagal dimuat, jangan langsung dibuang. Arsip dengan baik. Karena bisa bermanfaat dikemudian hari).

Dimaksudkan, agar setelah ini. Loenpianers pun jadi lebih termotivasi aktif menulis di media. Agar pemikiran yang dimiliki mampu dituangkan dalam tulisan dan bermanfaat bagi khalayak umum.

Special Thanks to : Pak DP dan keluarga, Om Sukawi, rekan-rekan Loenpianers yang hadir langsung juga via Skype (Mas Ullie – Jakarta, juga Mbak Titut dan Gita - Australia)

ps : dimuat juga di www.loenpia.net

Dominasi Korupsi

Tidak pantas jika masih ada orang Indonesia yang kurang gizi, bahkan mati kelaparan di Tanah Airnya sendiri. Ditengah para penjahat berdasi yang sedang sibuk memperkaya dirinya, sikut kanan-kiri, tidak peduli kalau harus berdiri diatas keringat orang lain, yang mungkin harus rela menyisihkan pendapatannya hanya demi mematuhi aturan, hukum, kewajiban, atau apapun itu.

Sumpah!! Eneg banget lihat berita di TV yang isinya orang-orang korupsi.

Buat Apa Punya Sahabat?


Kita tidak akan pernah tahu hingga kapan akan bersahabat.
Saya tidak berpikir macam-macam saat memulai hari pertama memiliki sahabat macam kamu.
Saya merasa senang, karena tak perlu lagi pergi seorang diri jika hendak mengunjungi pameran lukisan, sekedar duduk menghirup kopi di coffeeshop, mencari baju dalam khas wanita, atau melakukan perawatan diri di salon..
Sungguh, saya tak pernah punya sahabat sedekat ini sebelumnya.
Dan, kamulah sahabat pertama saya.

Saya bukan tipikal orang yang mudah bersahabat, entahlah.. :-)

Saya punya beberapa sahabat wanita,
1. Lia, sahabat pertama semenjak kepindahan saya di Semarang
2. Sukma, sahabat SD hingga SMA, 9tahun bertetangga
3. Yuke, sahabat SMA hingga kuliah. Kenal dekat dengan Ayah-Ibunya. Tak sungkan berbagi apa saja
4. Fida, sahabat “kembar” sejak kuliah. Best friend ever!
..masih ada beberapa lagi, saya sayang sekali dengan mereka. :-)

Banyak cara untuk mempertahankan kualitas persahabatan itu. Mulai sms, telepon, email, facebook, twitter, semua bisa dipakai. Berbagi cerita apa saja dan menjadi diri sendiri dalam setiap percakapan yang ada.

Saya hanya takut alpa menjalin silaturahim dengan mereka, entah karena terlalu sibuk atau alasan yang lain. Saya takut jika hanya menghubungi mereka disaat saya membutuhkan mereka.

..semoga tidak

ps : rasa-rasanya, saya harus segera menegaskan pada dia. Saya bukanlah tempat sampah yang bisa dibuka tutup seenaknya.

Bahagia Dengan Berbagi

foto : 2 diantara 3 yang tampil di KickAndy, 16 April 2010

Sungguh, mereka ini orang-orang banyak duit. Jika mereka mau, bisa saja berkeliling dunia, menikmati kemewahan, makan makanan yang enak dan mahal. Tapi, mereka lebih memilih jalan yang lain. Terlihat sulit dan keras, tapi mengapa mereka bilang mereka bahagia, sangat bahagia?

Saya ikutan nangis didepan TV. Sedih sekaligus miris. Hari modern seperti ini masih banyak yang kelaparan, tidak bisa sekolah. Seperti induk ayam mati dilumbung padi. Itulah kata yang tepat menggambarkan situasi pelik macam ini.

KickAndy episode Mereka Yang Terpanggil, Jumat 16 April 2010 itu The Best Episode of This RealityShow I Ever Saw. Ini seperti mengingatkan saya, bukan duniawi yang saya cari. Tapi lebih ke hati. Supaya hidup ini rasanya tenang karena bisa berbagi dengan orang lain. Apa yang kita punya itu sebenarnya kan bukan 100% murni milik kita. :-)

Rasanya saya kepengin teriak : Allah, terimakasih sudah membuka jalan saya kesana. Mempertemukan saya dengan Eyang dan adik-adik panti asuhan puteri itu. Lega sekali rasanya.. :-)

Diskusi CJ di Horison


Haduh, saya minta maaf ya? Tulisan ini baru turun seminggu setelah acaranya lewat. Selasa (6/4) kemarin, bertempat di Papandayan Room, Hotel Horison Semarang, dewan pers Jakarta mengadakan acara ”Diskusi Jurnalisme Warga”. Temen-temen dari loenpia kebetulan dapat jatah tempat buat ikut diskusi. Selain kami, juga ada pihak kepolisian, kejaksaan, juga rekan-rekan media cetak dan elektronik.


Tidak banyak yang dibahas. Hanya seputaran peran etika pers bila diaplikasikan dalam bentuk Jurnalisme Warga atau Citizen Journalism. Berdasarkan definisi Wikipedia, Jurnalisme warga adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian, dan penyebaran berita juga informasi. Tujuannya adalah menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan warga.


Di Indonesia, jurnalisme warga mulai dikembangkan oleh Radio Suara Surabaya kemudian diikuti oleh radio Elshinta. Jurnalisme warga pada masa kini, dibutuhkan kehadirannya untuk mempertegas perubahan ke arah kekuatan rakyat secara kolektif untuk menentukan kebenaran terhadap informasi yang disebarluaskan. Informasi diharapkan tidak lagi didominasi oleh kalangan elite, yang pemberitaannya selama ini kurang cover both side (berimbang). Jurnalisme warga memunculkan keberagaman informasi dan informasi apa yang diinginkan oleh warga kebanyakan.


Bahkan, jurnalisme warga sanggup menimbulkan gerakan masyarakat yang cukup luar biasa, seperti pengumpulan koin untuk prita (kasus Prita Mulyasari dengan RS OMNI), kasus cicak versus buaya, koin cinta untuk Bliqis, dan sebagainya.

Untuk aplikasi ”jurnalisme warga” pada kalangan blogger mungkin sudah memenuhi standar etika pers. Etika pers yang dimaksud disini tidaklah sebaku seperti etika pers untuk kalangan jurnalis pro. Untuk melahirkan jurnalisme warga yang sesungguhnya dibutuhkan pembelajaran, contohnya :


1. Memperdalam prinsip 5W+1H (what, when, where, why, who dan how)

2. Tidak plagiat.

3. Cek data dan fakta berita yang akan ditulis atau dipublikasikan.

4. Jangan gunakan sumber anonim.

5. Utarakan rahasia secara selektif.

6. Hindari konflik kepentingan.

7. Dilarang melakukan pelecehan.

8. Hati-hati dengan pendapat narasumber.


Terkait dengan makin familiarnya jurnalisme warga dikalangan masyarakat, sudah seharusnya sosialisasi pemahaman tentang hal ini disebarluaskan. Masih banyak masyarakat umum yang minim pengetahuan tentang jurnalisme warga. Alih-alih pengin berkeluh kesah lewat dunia maya atau media massa, malah masuk bui jadinya. Nah, jika hanya mengandalkan dewan pers atau menunggu pemerintah yang bergerak sepertinya sih bakalan susah.. Mungkin, kita yang tergabung dalam komunitas blogger bisa memulainya duluan?


Yang hadir : oCHa, Jojo, mas Ariw, pak DP, mbak Okky, mas munif, mas cordiaz, nidafs, mas Afiq, mas Jiban, pak Kawi.. (ada lagi tapi aku lupa.. hiks)


ps : ini dimuat juga di www.loenpia.net

Tidak Perlu Takut : Menulis

NOTA: Menulis itu keterampilan, bisa dimahirkan. Menulis itu gairah, harus dipertahankan. Menulis juga bakat, wajib dipertanggungjawabkan. (haspahani by twitter)

Karenanya saya mulai menelusuri jalan merah kesana. Semenjak saya tahu, saya suka ini dan memilihnya sebagai satu cara menyehatkan jiwa, saya mulai mencari cara bagaimana supaya saya bisa menulis paling tidak sehari sekali. Buku diary dan blog, adalah jawabannya.

Kadang, saya juga terheran. Selalu saja ada jalan supaya bisa terus menulis. Bu MC, guru bahasa Indonesia semasa SMP pernah bilang : "Kamu terus aja nulis. Tulis apapun yang kamu rasakan juga pikirkan. Kamu akan tahu apa yang kamu tulis beberapa waktu kedepan. Jangan takut salah, salah bisa diedit belakangan."

Ampun!!!!

Oh.ampun. Saya tidak suka setengah mati setelah "dibantai" salah satu Ibu lewat diskusi kecil. Tadinya diskusi itu ringan tapi lama-lama dia koq menekan saya supaya melakukan hal-hal yang saya nggak suka. Rasanya pengen kabur aja, tapi itu juga nggak sopan.

Rasanya pengin bilang : Bu. Ini bukan urusan Ibu ya?!! Ibu bukan Ibu saya dan saya punya jalan sendiri.

Jangan Kambinghitamkan Masyarakat


Ada yang saya setujui dalam artikel singkat yang ditulis oleh Andreas Lako dalam rubrik Gambang Semarang. Harian JawaPos (12/4) tentang kandidat pilwalkot Semarang 2010 yang tidak paham akar masalah.

Seperti apa akar masalah yang tidak mereka pahami itu? Begini petikan artikel tersebut : "..Para kandidat juga punya kesamaan visi bahwa Kota Semarang harus bangkit dari keterpurukan , bebas dari rob, punya pesona dan jadi kota metropolitan yang bermartabat. Para kandidat berjanji akan mengembalikan kejayaan Kota Semarang jika nantinya memimpin Kota Atlas. Namun yang membuat saya menggelengkan kepala adalah pernyataan para kandidat tentang pemicu terjadinya sejumlah problema kronis Kota Semarang. Dalam isu banjir dan rob, hampir semua kandidat menuding penyebabnya perilaku masyarakat yang tidak ramah lingkungan. "

--------------------------------------
Hmm..saya amat nggak setuju kalau masyarakatlah yang dikambinghitamkan dalam isu banjir dan rob di kota ini. Apa pasal saya bisa bicara nggak setuju? Karena sedikit banyak saya membaca, melihat, dan terjun langsung melihat apa yang terjadi dilapangan. Dalam salah satu berita di harian Suara Merdeka (saya lupa kapan tepatnya..). Kala itu terjadi banjir bandang di Kecamatan Tugu, Semarang. Banjir itupun membuat hancur harapan warga akan panen tambak mereka, karena tambak mereka harus ludes diterjang banjir. Mengapa daerah itu bisa banjir?

  1. Ada pabrik yang didirikan di daerah tersebut, sehingga salah satu aliran sungai harus dibelokkan dan akibatnya wargalah yang terkena imbasnya.
  2. Hutan bakau didaerah tersebut sudah habis, karena dibuat areal tambak dan kini tambak sudah tidak produktif, sehingga tidak ada lagi penahan gelombang air laut. Di daerah Genuk, Semarang bisa dilihat tidak lagi ada hutan bakau yang utuh sempurna. Tanahnya makin hari makin terkikis. Saat 2008 kami menanam bibit bakau kesana, harus rela gatal-gatal karena limbah pabrik menyebabkan air laut berbercak merah. Di beberapa kawasan di Semarang Utara, lahan bakau ditebang untuk dijadikan tambak, pabrik, atau bangunan rumah makan.
  3. Di Semarang, tidak banyak lahan hijau/lahan resapan yang tersisa. Di daerah Semarang Atas saja bisa kita lihat mulai padat dengan pemukiman penduduk. Kemana air hujan harus mengalir jika tanah resapan saja tidak ada?
Bukan murni kesalahan masyarakat Semarang. Tapi juga kebijakan pemerintah yang selama ini belum pro ramah lingkungan. Bagaimana kelanjutannya, kita lihat saja setelah 18 April 2010 ini. Apakah banjir dan rob Semarang bisa segera teratasi atau tidak.

sumber foto : semarangaja.blogspot.com

Supaya Hati Ini Nggak Membatu

Banyak cara yang kita lakuin buat mengekspresikan perasaan atau kekesalan. Tepatnya kapan, saya nggak terlalu ingat. Tapi kalau saya flashback, sepertinya mulai SD saya terbiasa menulis dan membaca.

Terbiasa membaca karena semasa saya SD, ayah berlangganan majalah Bobo dan tabloid Fantasi. Menjelang SMP sampai sekarang, ayah berlangganan harian JawaPos. Kadang, jika saya merayakan hari lahir, ayah memberikan kado berupa paket buku dongeng anak-anak atau buku kisah nabi. Sampai sekarang, saya masih suka membaca. Dan itu semua berkat dukungan ayah yang sudah menjejalkan saya dengan bacaan sejak kecil.

Terbiasa menulis karena sering melihat lomba-lomba menulis di majalah Bobo. Menulis tapi nggak pernah berani mengirimkannya, akhirnya tulisan-tulisan itu saya simpan saja. Juga karena pola komunikasi saya dengan orangtua yang tidak baik. Saya tidak dibiasakan saling curhat dengan orangtua, sehingga hingga dewasa pun, saya lebih suka curhat dengan menuliskan apa yang pengin saya ceritakan.

Masih Boleh Bermimpi

Dalam bilangan jam, hidup saya terasa lebih berwarna dan tidak melulu biru. Mimpi yang perlahan harus dikuburkan, saya gali lagi setelah bertemu dengan seseorang yang mempunyai gairah hidup serupa.

Mimpi yang saya rangkum semenjak dibangku sekolah dasar itu terus berkembang hingga duduk dibangku kuliah. Namun, seiring kesibukan yang bertambah, mimpi itupun saya pinggirkan sejenak. Kadang harus rela timbul tenggelam juga. Tapi saya yakin, lipatan otak ini masih merekam jelas impian masa kanak-kanak dahulu.

Sayangnya, impian ini tidak banyak mendapat simpati pun dukungan. Seiring dengan bertambahnya hari, intensitas kemunculan impian itu mulai berkurang. Banyak yang bilang saya ini aneh, ora umum. Tapi toh juga banyak kawan yang bilang suka dengan kemampuan saya, kagum dengan hasil karya yang saya bikin. Memang belum sebagus yang dijual di toko, tapi pasti suatu hari nanti saya juga bisa bikin yang sama bagusnya, sekaligus membawa impian saya ke tingkat yang lebih mapan lagi.

Kadang bosan dengan hidup yang harus selalu teratur ritmenya. Jadi, orang yang belok sedikit pasti dibilang aneh juga pembangkang. Wah! Saya emang belok, sedikit pembangkang, tapi ya jalan ini yang saya mau. Saya hanya mau melakukan apa yang saya suka. Itu saja.

Seperti kata Tante Nurul, sahabat mamah, ”Tante emang nggak punya banyak uang, tapi tante punya banyak waktu untuk dibagi sama orang lain..” Hikss.. kata itu yang bikin tunas-tunas impian itu tumbuh lagi. Sedari awal lulus kuliah, saya tidak berminat untuk bekerja kantoran, ikut jobfair atau berkeras dengan satu jenis pekerjaan. Saya punya bidang lain yang ingin saya tekuni dengan hati, bukan atas tekanan pihak lain. Tapi hanya segelintir saja yang percaya dengan impian saya. Yang lain hanya mencibir atau memojokkan. Tapi sore tadi, NONE CAN STOP MY STEP.. (^_^) I found my delighting ways.

Impian saya tidak banyak :
1. Berbagi dengan orang lain, materi atau sekedar kehadiran fisik. Membagi dengan hati, itu lebih dari cukup.
2. Punya penghasilan sendiri dari hobi yang saya suka.
3. Setelah menikah, bisa memantau keluarga lebih dekat dan mengurus dengan cermat kebutuhan suami dan anak-anak.
4. Kalau punya rezeki lebih, pengin punya penampungan kucing jalanan atau anak-anak kucing yang dibuang dipasar.

Sesorean ini, saya merasa lebih bugar. Karena saya sudah menemukan lagi impian masa kanak-kanak yang terpinggirkan. Alhamdulillah (^_^).

Penyair Melihat Lebih Banyak

Bagaimana tidak, saya kini semakin mencintai puisi. Puisi yang dibacakan dengan nada ritmis, dengan atau tanpa musikalisasi yang liris.

Jumat (26/3) kemarin, ada kegiatan Peluncuran Dua Buku Puisi, Gobang Semarang karya Beno Siang Pamungkas dan Timur Sinar Suprabana, dan Tuhan, Ke Mana Cinta karya Handry TM, yang berlangsung di Gedung Pers, Tri Lomba Juang, Semarang.

Acara yang (sayangnya) molor sampai 1 jam itu tidak lantas membuat saya pengin pulang. Walaupun dari semua orang di ruangan lantai II Gedung Pers, tidak saya kenal satu pun ( kecuali mas Timur Sinar Suprabana, yang saya kenal lewat FB ), ya itu mah bukan masalah. Karena saya amat pengin nonton musikalisasi puisi dan juga melihat cara mas Timur membacakan puisi yang konon kondang itu. Dan, diakhir acara baru saya tahu, yang konon itu memang benar adanya.

Ada beberapa petikan diskusi puisi ringan yang saya catat kala itu,
  1. Betapa penyair telah membaca kegelisahan-kegelisahan dan realita yang sebenarnya. Menulis apa yang dilihat, didengar, juga melangkah ke ceruk-ceruk luka kota. Maksudnya, penyair membuat karya berdasarkan fakta, karena mereka terjun langsung melihat sisi kota, melihat banyak luka. Tidak seperti halnya pemerintah yang melihat kota dari helicopter view. Mereka hanya omong kosong belaka kalau bilang kota kita baik-baik saja. BAH!!!
  2. Penyair tidak hidup dalam ruang vakum sejarah, tapi mereka hidup bersamanya.
Banyak pelajaran yang bisa saya petik sore itu. Antara lain, kualitas karya saya yang bisa dibilang masih "ecek-ecek", masih harus banyak membaca KBBI juga Thesaurus. Tapi apapun karya yang sudah saya buat tidak perlu saya ralat. Saya sudah cukup senang kalau karya itu bisa membuat orang lain senang dan syukur-syukur bermanfaat. Karena, ada seorang dari Papua yang mengirimkan email dan mengucapkan terimakasih atas puisi saya yang mengangkat tema Papua, "Puisi itu sangat berarti buat saya..," begitu katanya.


Sumber foto : http://www.facebook.com/notes/beno-siang-pamungkas/poster/386684698048

Slowly :

I had to sit alone under the open window. A light breeze which usually crowded, suddenly quiet. And that worries me. From a distance came the sound of fallen trees. That means no more cold air.

I was felt so lonely. Clueless. Speechless. In fact, many people around me. But. i don't have any place to spread out my words. The originally greeny has been dissappeared. Rice fields too. I've been losing a lots of place.

Feeling no hard. Plain and fully empty.

I was too scared him away. If he wasn't here, how I can continue my life? With him here, I've felt safe. For now I have a lot of patience. He was there, I'm here. Separated by the distance of two provinces.

I miss him :

Rahmat Malam Itu


sumber foto : http://titah-motivasihatinurani.blogspot.com/2009_09_01_archive.html

Ternyata, gerutuan saya karena harus tertahan dirumah saudara sampai ba'da maghrib itu berbuah hikmah. Janji Allah itu selalu pasti.

Pelajaran malam itu : Tidak perlu berpikir dua kali atau lebih untuk berbuat kebaikan. Just follow your heart. Just follow your intuition.

ps : Bapak-bapak difabel itu mengajarkan semangat tiada putus lewat gestur tubuh dan suara terbatanya. Berkahi dia dan keluarganya ya, Allah.

Makin Hijau Makin Bersih

Semakin hari, hidup kita semakin dimudahkan. Lebih praktis dan efisien. Tapi nggak semuanya yang serba praktis dan efisien itu baik bagi kita. Contoh kecilnya, untuk menghindari gigitan nyamuk, kalau jaman baheula, tidur harus pakai kelambu atau mengoleskan minyak sereh ke anggota badan. Nah, jaman sekarang, ada obat nyamuk bakar, semprot, elektrik, sampai autan. Mau makan yang pedas-pedas, tidak perlu mengulek cabai dulu, tinggal tuang saus botol yang ada dipasaran. Kalau ruangan berbau nggak sedap, nenek kita biasanya menaruh bunga segar (sedap malam, melati, mawar, dst) dalam vas berisi air, tapi cara seperti itu mungkin udah lama ditinggalin. Sebagai gantinya, tersedia berbagai macam pilihan pewangi ruangan. Tinggal semprot, ruangan pasti dijamin wangi. Tapi, sadarkah kita ada bahaya yang ditinggalkan?

Dampak Bagi Kesehatan

Pewangi Ruangan
Secara kasat mata, produk pewangi yang beredar dipasaran bisa dikelompokan dalam bentuk padat, gel, cair, dan semprot. Pewangi yang disemprotkan umumnya mengandung isobutane, butane, propane, atau campuran keduanya. Sementara bentuk gel biasanya mengandung zat aktif aroma dari limonene, benzyl acetate, citronellol, ocimene, dan sebagainya.

Tentu dari beberapa jenis di atas, jika terjadi kontak langsung melalui sistem pernafasan, pewangi dengan bentuk aerosol (mudah menguap) mengandung risiko lebih tinggi bagi tubuh ketimbang bentuk lain. Sekedar informasi, isobutane, butane, dan propane biasa digunakan sebagai bahan bakar di kompor dan korek gas. Semua zat tersebut bisa berbahaya bila terhirup.

Pembasmi Nyamuk
Sungguh sayang, obat nyamuk yang tadinya diharapkan bisa jadi pelindung ternyata malah jadi bumerang, Terutama jika produk itu menggunakan zat kimie sintetik seperti organofosfat dan karbamat sebagai bahan dasar. Keduanya termasuk pestisida yang berbahaya bagi kesehatan.

Jenis organofosfat berbahaya adalah diklorvos. Salah satu produsen obat nyamuk ternama di Tanah Air menggunakan zat ini pada produknya. Menurut WHO, diklorvos termasuk termasuk jenis bahan aktif yang dapat merusak sistem syaraf, mengganggu sistem pernafasan, dan kerja jantung.

Jenis karbamat, produsen obat nyamuk sering menggunakan propoxur. Jenis ini memiliki daya racun tinggi. Jika terhirup dapat mengaburkan pandangan. Pada beberapa kasus sering pula menyebabkan sakit kepala, badan lemah, dan keringat berlebih. (sumber : NGI Edisi Green Living, hal. 58)

Mari Kembali Ke Alam..
Dalam suatu tayangan Vu Du Ciel, ada quotes yang menarik perhatian saya, ”Going Back To The Nature Is Much More Pleasurable..” dan saya kira quotes itu benar adanya.

Pewangi Alami
Daun seledri (Apium graveolens) bisa digunakan sebagai penghilang aroma lembab. Caranya dengan mengikat daun seledri yang sudah sedikit menguning, kemudian digantungkan ditempat lembab seperti kamar mandi.
Selain itu, bisa juga menggunakan bunga melati (Jasminum sp.). Letakkan beberapa kuntum bunga melati didalam ruangan, agar kesegarannya tahan lama, sebaiknya letakkan kuntum bunga melati di atas cawan yang berisi air.

Cabai Pengganti Saus Botol
Bila ingin mengurangi volume sampah, langkah ini bisa dijadikan salah satu pilihan. Selain itu, cabai alami tentu lebih sehat ketimbang saus botolan karena, ”komposisi cabai sebenarnya yang ada di sambal botol yang dijual di pasaran adalah rahasia masing-masing perusahaan. Kita tidak pernah tahu seberapa banyak cabai yang digunakan.

Bahkan, belum tentu rasa pedas di sambal botol benar-benar berasal dari cabai,” ungkap made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB.
Ada cara untuk membuat sambal botol asli. Untuk sebotol (750 ml) sambal cabai tradisional, dibutuhkan cabai sebanyak 0,5 kg, gula merah secukupnya, garam, dan bawang putih.

Sereh Pengusir Nyamuk
Buatlah ramuan dari minyak sereh (Cymbopogon citratus) 250 ml, alkohol 50 ml, dan air 250 ml. Semprotkan ke sudut ruangan. Ruangan pun akan wangi aroma sereh dan nyamuk pun bakal kabur. (sumber : NGI Edisi Green Living, hal. 58)

Finding My Adia


Sarah McLachlan - Adia

Adia, I do believe I failed you
Adia, I know I've let you down
Don't you know I tried so hard to love you in my way
It's easy, let it go

Adia, I'm empty since you left me
Tryin' to find a way to carry on
I search myself and everyone to see where we went wrong
There's no one left to finger
There's no one here to blame
There's no one left to talk to, honey, and there ain't no one to buy our innocence

'Cause we are born innocent
Believe me, Adia, we are still innocent
It's easy, we all falter
But does it matter?

Adia, I thought that we could make it
I know I can't change the way you feel
I leave you with your misery, a friend who won't betray
I pull you from your tower, I take away your pain
And show you all the beauty you possess
If you'd only let yourself believe

That we are born innocent
Believe me, Adia, we are still innocent
It's easy, we all falter
But does it matter?

We are born innocent
Believe me, Adia, we are still innocent
It's easy, we all falter
Does it matter?

Believe me, Adia
We are still innocent

'Cause we are born innocent
Oooh, Adia, we are still
It's easy, we all falter
But does it matter?

ps : I always trying to find my Adia. And now, day by day, I find him. He was lying in the air. Very smoothly, in between white cloud and flying birdie..

Mari Merajut (^_^)

Ini dia hasil karya saya. 2 pouch HP yang sengaja saya buat karena ada beberapa temen yang merayakan milad. Sepertinya, hadiah yang dibuat sendiri akan lebih bagus ya..hehe (^_^)

Baru-baru ini sedang senang-senangnya merajut, saya mulai belajar merajut awal Februari 2010 lalu. Dan memutuskan untuk mengambil kelas crochet agar bisa mempelajari teknik dasarnya. Rajutan dibagi dua, crochet dan knit. Bedanya, crochet memakai satu jarum berpengait (haaken/hook), sedang knit menggunakan alat mirip sumpit dan bisa menggunakan lebih dari satu alat.

Belajar merajut sebenarnya tidak sulit. Perlu waktu yang agak lama untuk melemaskan jari agar bisa luwes menggerakan jarum haaken. Ada sekitar 16 tusukan dasar crochet yang bisa dipelajari.

Harga satu jarum haaken tidak mahal. Untuk kualitas bagus, jarum haaken ukuran 1/2, 3/4, 5/6, dihargai Rp. 2.000,- saja. Sedangkan untuk kualitas super bisa mencapai Rp. 15.000 per jarum. Harga benang juga bervariatif, untuk wool biasa R. 3.700 per gulung. Katun atau katun sembur Rp. 7.500 - Rp. 10.000 per gulung, dan katun sembur super bisa mencapai Rp. 15.000 per gulung. Tentu jangan lupa menyamakan ukuran jarum haaken dengan benang yang akan digunakan merajut ya? (^_^)

Buat Anda yang tertarik mengikuti kelas merajut, bisa datang ke Toko Victory di Jl. Dr.Cipto, Semarang. Disana juga tersedia benang aneka ukuran. Harga untuk 3x pertemuan dasar crochet hanya Rp. 45.000,-.

Selamat berkarya..

A Dog's Life


Judul Buku : A Dog's Life
Penulis : Ann M. Martin
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2006
Tebal : 214 Halaman


Squirrel adalah anjing gelandangan kesepian yang malang. Hidup berpindah-pindah, merindukan kasih sayang manusia. Kadang dia melongok kedalam rumah-rumah yang hangat, namun tak pernah diundang masuk. Kadang dia harus tinggal di garasi, gudang, atau di bawah kereta sorong, lalu meneruskan perjalanannya.

Sesekali ada pula manusia yang berbaik hati memberinya makanan, namun ada juga yang memperlakukannya dengan kejam. Setelah berkali-kali dikecewakan manusia, Squirrel memutuskan untuk hidup sendiri saja. Tapi kemudian dia bertemu dengan Susan. Dan ternyata di hati Squirrel masih ada tempat untuk seorang manusia.

Novel bergenre anak-anak ini melintasi hati para pecinta binatang. Kisah yang mengangkat tema hewan peliharaan selalu saja menggugah hati, membuat haru, dan berujung dengan tissu yang basah terkena air mata. 

Lelaki Yang Berjalan Diatas Laut



Judul Buku : Lelaki yang Berjalan Diatas Laut
Penulis : Dino Umahuk
Penerbit : Lapena, Institute for Culture and Society, Aceh
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : 138 Halaman


Laut : menawarkan keteduhan diantara riak-riak ombak. Kadangkala, terik dan semilir angin berbaur tanpa perlu merasa rikuh kepada siapa yang sedang duduk sembari berkesah dalam senyap.

Laut berkarib dengan pasir juga karang. Selalu menyertainya, kapal yang berlayar, lengkap dengan sauh, jala, atau pukat yang mengapung ditengahnya.

Laut : penuh dengan ilham, bagi siapa saja yang berkenan membuka hati untuk membacanya.

Seperti itulah kira-kira ”pengembaraan” Dino Umahuk dalam melukiskan cinta, perjalanan hidup, kerinduan akan tanah kelahiran, dan kematian. Dino yang berdarah Maluku mampu bercerita tentang Aceh, tanah perantauannya. Talenta Aceh nampak gamblang pada pencitraan alam bahari yang kaya akan imaji, kerinduan akan Sang Khalik, keterasingan dalam negeri sendiri karena konflik yang sengaja diciptakan, tentang hilangnya kasih sayang, serta musibah gelombang besar tsunami*.

Puisi memang tidak mudah dipahami. Membacanya bukan dengan jalan yang lempeng, tapi perlu sedikit pemahaman hati akan tiap kalimat yang dituliskan. Sebab, setiap kalimat yang tercantum, dimaknai sebagai ungkapan hati si penulis.

Inilah persembahan kedua Dino Umahuk, setelah antologi puisi sebelumnya, ”Dino Umahuk, Metafora Dari Laut” yang diluncurkan pada 27 Februari 2008 silam.

Tips Buat Bayi Kucing Tanpa Induk

Ini ada beberapa tips kecil buat Anda yang kebetulan punya bayi kucing tanpa induk (baca : nemu dijalan, induknya ngga mau netekin atau ditinggal mati induknya)

1. Usahain bayi kucing ditaruh di kotak atau wadah yang hangat yang sudah diberi alas handuk atau kain bekas.

2. Untuk menu makan, bisa dikasih susu dancow yang hangat atau bubur bayi yang dijual di pasaran. Sedikit tapi sesering mungkin. Atau bisa juga diberi roti telur Swiss yang dilumatkan dengan susu hangat.

3. Jika bayi kucing diberi makan yang cukup, tapi belum bisa buang air kecil sehingga perutnya buncit. Cukup ambil kapas yang diberi air hangat, tepuk-tepukkan ke anus bayi kucing. Ini karena pada kondisi normal, bayi kucing harus dibantu oleh induknya jika hendak pup (baca : dijilati). Jika bayi kucing belum juga buang air besar, bisa diberi sedikit pepaya matang yang dilumatkan.

4. Untuk tahap supaya bayi kucing bisa pup ditempat tertentu, Anda harus sabar melatihnya. Jika bayi kucing atau kucing dewasa Anda pup sembarangan. Segera bersihkan sebelum 2 x 24 jam sebelum spora virusnya menyebar dan menyebabkan toksoplasma. Bersihkan dengan air, kemudian beri pewangi atau cairan bayclin. Ini supaya kucing tidak kembali pup lagi disitu.

5. Melatih bayi kucing supaya pup di kamar mandi memang perlu sedikit ketelatenan. Kurung kucing Anda di kamar mandi sampai mau pup. Kemudian dekatkan hidung kucing Anda ke tempat kotorannya. Lakukan berulang kali.

ps : berdasarkan pengalaman pribadi mengurus (alm) Bunbun, kucing yang saya ambil dari got setelah dilempar sama tetangga.

Semoga Bermanfaat.

Saat Cinta Diwujudkan Dalam Sebuah Buku


Jendela Cinta (GIP,2005)

Yang Terhormat Aceh,
Setelah udara mesiu memburu paru-paru
Sehabis peluru menelikung rongga dada
Kini cuaca ikut bicara
Sempurnalah segala ujian
Yang menjelma malapetaka
Acehku dimana rencongmu?
Acehku jangan menangis
(Firman Venayaksa. Penulis, Penyair, & Pemusik)

Dalam sebuah kesempatan, saya singgah ke pameran buku di Gedung Wanita, Selasa (2/3) kemarin. Walaupun sudah menahan diri,tangan saya berasa gatal kalau datang ke pameran buku tapi tidak membawa pulang hasilnya.  Di salah satu stan Gema Insani Press, saya menemukan buku keluaran Forum Lingkar Pena (FLP). Sudah seperti jaminan umum, bahwa buku-buku keluaran FLP selalu membawa spirit positif bagi pembacanya. Makanya saya tidak ragu membeli Jendela Cinta (GIP, 2005) dan Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2005)

Jendela Cinta. Buku keroyokan 15 penulis ini didedikasikan bagi korban tsunami Aceh 2004 silam. Seluruh honor yang diterima oleh penulis disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan bantuan. Kendati untuk Aceh, buku ini tidak melulu menyajikan cerita yang kelabu. Sebagian besar cerita pendek dalam buku ini pernah dimuat di beberapa majalah atau buku lain. Seperti “DIA” karya Asma Nadia, saya pernah membaca sebelumnya, tetapi entah dimana, pun, “TUMIS DAN SAYUR ASEM” karya Sakti Wibowo.

Jalinan ceritanya memang sederhana, seperti cerita sebelumnya yang ditawarkan oleh penulis keluaran FLP lainnya. Tapi ada yang jauh lebih besar dibanding mementingkan kompleksitas alur cerita. Tulisan mereka seperti mempunyai ruh. Bukan ruh yang hampa. Semacam ajakan yang kuat untuk senantiasa terus menata diri menjadi lebih baik. Mengandung kekuatan moral yang tinggi dan didasarkan pada kejadian sehari-hari.

Semoga Hari Ini (Tidak) Hujan



Saya menikmati datangnya musim hujan. Apakah kamu juga? (^_^)

Diawali dengan do'a, "Allahumma Sayyiban Naafi'an" agar air yang turun membawa berkah bagi bumi seisinya. Walau hari ini Semarang galak banget, saya tetep keukeuh nyari lagu dengan kata *RAIN*. Saya dapet beberapa, diantaranya :
  1. James Morrison - Please Don't Stop The Rain
  2. Kim Tae Woo - Love Rain
  3. Enya - A Day Without Rain
  4. Phill Collins - Wish It Would Rain
  5. The Corrs - Rainy Day
  6. X-Japan - Endless Rain
  7. Mariah Carey - Trough The Rain
Jadi, sekarang waktunya dengerin satu-satu lagu diatas (^_^). Playlist terisi penuh oleh hujan..

Enjoy This.

ps : sedang bedmud akut. sindrom merasa kalah walopun belum maju perang.

the concept of family in my eyes

There is no special answer the simple question above. Family is the blood of people with us. Father, mother, sister, brother, and so on. For the scope of the absurd, the family is the people we love and love us. Having an intact family is a blessing that is often missing from our sense of gratitude. Perhaps I am including the one inside.

Saturday (20 / 2), I was watching Ceriwis Pagi Manis on Trans TV. Are not deliberately, I moved the channel. It was at 9.55, meaning the show would've done. There is another Panda rated birthday surprised by Pampam, Ruben, also Bekti. She was taken to the pound toddler who did not have a family. Panda celebrated with a box of birthday cake candles in the home also was. Panda was crying because she remembering her family. He was grateful still have a family, because he had seen those kids dont have that opportunity.

i felt .. Deggggggggg!

ALLAH! I still have mom, father, faisal. Intact. Was complete. Although sometimes, I had negative thinking and less grateful. I know maybe my parents loves me, girls only in a different way. I am grateful, ALLAH SWT reminds me by hands of others. I realized that so many people outside there wasn't lucky as me.

And so that day I feel like this heart felt relieved.

Semarang, End of February 2010.

Desa Mati di Morosari, Demak

Ada desa yang harus tenggelam dan seluruh penduduknya harus dipindahkan ke daerah lain karena terkena abrasi. Dengan waktu tempuh sekitar 1jam dari Semarang. Tepatnya di daerah Morosari, Tambaksari, kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa itu sudah ditinggalkan hampir seluruh penghuninya, dan hanya beberapa kepala keluarga (KK) yang masih bertahan.

Daerah Tambaksari kini dijadikan kawasan konservasi burung yang didominasi oleh Avicennia digarda depan. Dari kejauhan sudah terdengar keramaian kicauan burung berwarna dominan putih. berkepala kuning seperti kepodang, dan bertungkai jenjang mirip bangau.

Sayangnya, akses jalan menuju daerah Tambaksari cukup sulit. Dari lokasi parkir, kita harus berjalan kaki sekitar 1km melewati pematang ditengah lautan, walaupun sebenarnya menuju ”pulau” Tambaksari bisa ditempuh dengan roda dua, namun agaknya cukup ngeri karena jalannya sempit dan berbatu.

Memasuki ”pulau” Tambaksari seperti memasuki ”The Lost World”, dimana manusia menjadi marginal ditengah dominasi vegetasi Avicennia dan ekosistem burung berkepala kuning, berbulu putih. Nafas agak sedikit sesak karena aroma air laut yang menyengat bercampur dengan kotoran burung dimana-mana. Hanya ada jalan setapak disana, yang dikanan-kirinya rimbun oleh Avicennia. Dari sela-sela pepohonan, bisa terlihat sarang-sarang burung yang hilir mudik terbang dan bekas rumah-rumah tua yang setengah terendam air laut. Hanya tersisa rumah berpenghuni yang ditinggikan hingga menyerupai rumah panggung untuk menghindari air pasang.

Masih tersisa satu mushala disini. Memasuki mushala tua yang ditinggikan ini harus dengan merundukkan kepala. Disisi mushala kita bisa duduk santai dan melihat aktivitas burung dengan jelas. Oya, satu hal yang dilarang adalah menembak atau melukai burung-burung yang ada disana. Karena dari awalpun, Tambaksari adalah area konservasi burung yang digagas oleh salah satu LSM asal Jepang. Daerah ini sengaja direhabilitasi, selain untuk pencegahan keganasan abrasi juga sebagai area transit burung yang sedang bermigrasi.

Ujung daerah Tambaksari adalah area pemakaman ditengah lautan. Beberapa makam yang terselamatkan dari abrasi ini sengaja ditinggikan. Akses bagi peziarah hanya jembatan bambu dan jembatan kayu yang ditopang cor beton. Saat kami kesana, ada beberapa anak SMA yang sudah duduk dibawah Avicennia menghadap ke lautan lepas.

Sebenarnya daerah ini punya pemandangan yang indah, tapi saya nggak tega buat berkunjung lagi kesana. Saat hendak pulang, saya dan rombongan KeSEMaT shalat dhuhur dulu di mushala yang hampir rusak. Jamaahnya selain kami, ada beberapa pemuda dan lansia nelayan. Di bagian jamaah wanita, ada seorang nenek yang hendak shalat. Saya menyalaminya, dan beliau bertanya dalam bahasa Jawa halus yang kira-kira begini : Darimana,nduk?.
Saya menjawab sebisanya : Saya dari Semarang,Bu. Kesini sama teman-teman.

Yang membuat saya terbayang-bayang adalah sorot mata si Nenek yang kelihatannya senang melihat orang datang ke tempat tinggalnya. Mungkin karena dulunya, si Nenek juga sempat merasakan hidup bertetangga, tetapi karena abrasi, semuanya pun pindah. Sekarang, daerah Tambaksari lebih mirip pulau mati, menurut saya.