Ucapan Terimakasih itu luar biasa

Sulitkah mengucapkan kata itu?
Lidah rasanya kaku?
Atau badan kita melangkah dulu sebelum kita sempat mengucapkannya?
Membiasakan mengucapkannya bisa jadi membuat kita termasuk sebagai kelompok yang disediakan ruangan istimewa.. Mudah bukan?
( Thiibul Kalaam ) perkataan baik bisa menolong kita, membuat hati tidak beku, dan mengalahkan ego. Kenapa mengalahkan ego? karena dengan kita berterimakasih, artinya kita mau mengakui kebaikan atau kelebihan yang orang lain lakukan pada kita, tidak peduli pada usia, strata sosial, suku atau agama.
Satu pelajaran bisa saya ambil Ahad ini. Bahwa saya tidak perlu malu untuk sekedar mengucapkan kata TERIMA KASIH dan MAAF. Saya beruntung bisa bertemu Ibu pemulung yang baik ^ ^ dan telah mengajarkan pada saya yang mendengar ucapannya. Sekali lagi juga Thanks to ALLAH yang telah memberikan saya contoh dari hal-hal kecil.

Akhirnya....Hujan juga ^ ^

Pagi-pagi udah disambut hujan..Alhamdulilah.soalnya saya suka hujan-hujanan..hehe masa itu udah lama lewat.. Tapi bahayanya kalo hujan bin mendung gitu sayanya juga suka kebawa males,hawanya pengen tutupan pake selimut aja sambil ditemenin si Sena atau si Ableh, kucing jantanku yang gagah itu ^ ^ Apalagi kalo udah ada jarkom : Jam....udah kumpul dikampus.. Males sih? Tapi ya mau gimana lagi, resiko kuliah.

----
Hujan. Hari ini juga hujan lho? Yup, Semarang mendung di pagi hari sampe malem.. Asiiikk.. Tiap hari biasanya panas, sekali-sekali boleh lah ngerasain hawa adem gini :-)

----
Hujan.Saya jadi inget dia kalo hujan (^_^) Hehe..boleh ya diinget sebentar aja.
Ps : Ati2 ya mas di batavia?

Secangkir Kopi

Dia tahu saya menyukai aroma kopi yang saya sesap tiap pagi.
Secangkir kopi
Bahwa aromanya menggoda
Membuat saya tergoda untuk tersenyum.
---
Seperti Dia, mengajak menyusuri pagi batas mimpi
Seperti Dia, menjejak hati mengajak memberi pada hari
Seperti Dia, menyelusup pada relung bahwa akan ada cinta untuk semua

Nanti dia yang akan membuatkan kopi untuk saya setiap pagi.
Bukan lagi aromanya menggoda
..

Saya menikmati setiap detik yang terlewati,
memutar sendok, menghitungnya seperti saya menghitung kepulangannya
30 putaran, lalu mengangkatnya..
Membaui aroma kopi yang menembus lipatan otak..
---
Saya mengingatnya.
Dan akan menunggunya.

Menyulam :: Tak sesulit itu

11.12
Ayolah, jangan terus merengek manja
Meminta supaya kau mau menemaniku minum teh di beranda rumah
Angin senja tak bagus untuk punggung ringkihmu
Membuatmu terbatuk dan aku khawatir

---
11.13
Tapi aku ingin menyesap teh buatan tanganmu,
Kadang kau menaburkan bunga melati
Kau menyeduh sambil bercerita
Cinta panjangmu bertemu denganku
Sambil sesekali kau melirik dan menebar senyum buatku diam..

---
11.14
Cepatlah masuk..
Sebelum angin membuatmu tak bisa tidur semalaman.
dan seperti biasa membuatku harus bercerita semalam suntuk.
Menunggumu tertidur.

---
11.15
Sekali saja.
Ayo temani aku duduk di beranda
Kupakai jaket rajutan hadiah darimu tahun lalu
Lalu duduklah disamping, jangan dihadapanku..
Ceritakan dari awal.
Kudengarkan..

---
Aku hendak menyulam.. satu satu
yang telah berguguran.
merangkainya.
Agar kau bisa memakainya suatu hari
Jika.
Tak kau temukan aku suatu sore di beranda kita.


i put my love on earth

Saya cinta bumi tapi bumi terlalu luas untuk saya jaga. Saya hanya dapat menjaganya dari apa yang terdekat saja. Dibelahan bumi sana juga banyak individu maupun komunitas yang concern dengan keadaan bumi yang seakan sudah tua. Kadang saya juga lelah, sekitar saya tidak punya pemikiran yang sama. Tapi ada kawan yang punya pemahaman sama dan selalu menyemangati. Saya rasa dengan menjaga bumi, dengan cinta, kita bisa melewati batas waktu. Walaupun kita sudah tidak lagi hidup, biarkan anak cucu yang akan menikmati hasilnya. Yagh.. mungkin ini terlalu muluk.. tapi seperti yang Om John Lennon bilang " You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one. I hope someday you join us.. "
-----
Mimpi saya : Melewati batas waktu dengan menjaga bumi.

Jejaring Kata

Tidurku tak lagi nyenyak
Dan aku lebih banyak terjaga
Semuanya terdengar.. Nyaring
Suara jangkrik, detik jam, deru kipas angin, atau lenguhan panjang si Manis..
--
Aku memincingkan mata,
sambil menghitung rangka kayu
sambil menghitung kata..
Sibuk merapal doa.
--
Tuhan, pejamkan mata
Sebentar lagi ayam akan bersahutan
Muadzin akan mengumandangkan adzan
.. Berdiri, memandang kaca, lihat! Mataku memerah.. Aku lelah
--
Tuhan, aku mengeluh
Yang tertinggal adalah kesah
Diluar sesekali gemuruh,
nampaknya hujan menanti perintah Tuhan,
untuk mendinginkan bumi yang kerontang
--
Kemudian,
melegakan..
--
*Aku hendak mencapai mimpi kemudian tak bangun lagi

Puisi untuk dia dan Dia

Kadang harus berseteru dengan hati,
Ada dua yang harus dipilih.
Meraihnya
atau
Meraih-Nya
atau meraih keduanya.

( cuplikan buku Bulan Tak Purnama )