Suka Duka CS Bank

Part 1 :

Ada mas2 masih muda. Pegawai konter hp mau buka rekening. Saya minta KTP asli. Dikasih. Terus saya mintain dong identitas tambahan, secara si mas ini penampilannya agak gahar. Serem lah..

Saya : maaf mas boleh saya pinjam SIMnya?

Masnya : wah saya nggak punya SIM mbak?

Saya : kalo STNK? Bawa nggak?

Masnya : nggak bawa juga..

Saya : Lah? Mas kelahiran 96 masak sih nggak punya SIM, nggak bawa STNK? Kok aneh? Nggak takut apa kalo ketangkep polisi?

Masnya : Nggak tuh mbak. Saya malah takut kalo ditangkep mbaknya.

Saya : ..... Kemudian hening

( hmm, anak yang aneh )

Part 2 :

Ada seorang ibu ditemani anaknya membuka rekening baru. Mereka berasal dari sebuah kabupaten disekitar Semarang. Ibu ini tidak mahir berbahasa Indonesia sehingga perlu ditemani. Meski begitu, ibu ini rupanya bekerja sebagai TKI di Singapura.

Saya : Gimana bu? Betah kerja di Singapura?

Ibu : wah betah mbak.. Blablabla ( ibu ini bercerita panjang lebar dengan gaya berapi-api, intinya beliau betah disana karena majikannya baik dan lingkungan tinggal yang bersih )

Setelah pembukaan rekening selesai dan greeting terakhir saya sampaikan, saya hendak menjabat tangan keduanya. Si ibu ini berdiri sambil tersenyum sambil setengah berteriak "Merdeka!!"

Hehe, ada-ada saja ya..

( bersambung )

Jus Pare ala Nida

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti salah satu akun fashion blogger di Instagram, Andra Alodita, namanya. Sampai saya baca isi blognya dan menemukan salah satu artikel tentang jus pare. Pikir saya waktu itu cuma.. Hoekks! Pait!

Tapi akhirnya saya iseng juga mencoba membuat jus pare, nanas dan perasan air lemon. Terkadang saya tambahkan pokcoy atau seadanya bahan didalam kulkas. Hasilnya ternyata tidak buruk. Memang pait sih tapi ya mana ada sih pare manis? Hehe..

Senin (16/11) kemarin saya membawa sebotol kecil jus pare yang saya buat sehari sebelumnya. Tadinya saya sengaja buat untuk suami tapi sayangnya dia nolak.. Hihii

Ya sudah, dibawa aja buat sarapan pagi :)

Kedepannya saya mau rajin minum jus sehat macam ini lah. Tinggal buka youtube dan kreasikan sayur dan buahnya.

Have a nice day!

Menjelang Puasa

Alhamdulillah ya, seneng banget besok udah masuk bulan Ramadhan lagi. Suasananya itu lho yang bikin kangen. Meskipun cuaca lagi panas-panasnya di Semarang tapi insyaallah bisa lah puasa selama niatnya kuat supaya nggak batal. Hehe

Oiya, sebelum puasa biasanya beberapa orang (termasuk ayah saya sih.. hihi ) suka ngumpulin suplemen buat badan, susu, minuman atau makanan supaya besok pas puasanya nggak lemes. Tapi saya pikir lagi, insyaallah fisik saya cukup kuat tanpa harus ditopang oleh suplemen itu. Salah satu esensi puasa kan supaya kita berempati sama kaum miskin, gimana menahan rasa lapar dan bahkan mereka belum tau bisa makan atau nggak waktu sahur atau buka puasa. Nah saya kok yang Alhamdulillah kuat malah mikir beli suplemen macam2.

Jika dihari biasa, saya suka meramu air lemon dengan madu atau habbasyi oil, puasa ini kayaknya libur dulu deh, habis stok soalnya.

Ini puasa pertama setelah beberapa kali Ramadhan saya dalam kondisi hamil dan menyusui, kebetulan Aisha udah masuk 7 bulan dan saya juga udah nggak pumping jadi harapannya bisa penuh puasanya.

Semoga ya. Aamiin

*Semarang, 3 Ramadhan 1436 H / 20 Juli 2015

(Repost dari akun saya di Wordpress. Maaf ternyata nggak bisa berpaling kelain hati hihii)

Sabar ya Bunda

Alhamdulillah saya dikasih suami yang sabarnya nggak kira-kira. Berbanding terbalik sama saya yang serba pengin cepet. Udah takdir Allah mungkin ya ketemu suami yang tipe begini. :)

Hari ini agak bikin puasa saya nggak konsen sih soalnya Aisha agak susah makan juga maunya nempel terus. Mungkin agak kurang enak badan terus cuacanya juga panas jadi rewel deh. Rumah yang berantakan juga berakibat ke emosi yang jadi gampang naik. Tapi kan mana ada ya punya balita atau bayi rumah bisa rapi jali. Mustahil bisa serapi gambar acuan saya di Pinterest itu..

Duh, ampun..

Kalo udah gini, saya pengin cepet resign dari kantor buat ngurus rumah,.anak sama suami. Tangan saya gatel kalo liat yang berantakan soalnya heuheu..

Semoga deh ya rencana bisa terwujud awal tahun depan.

*Semarang, 20 Juli 2015

(Repost dari akun saya di Wordpress.)

Gadget Weaning

Weaning atau menyapih itu bukan cuma perkara ASI saja. Di masa sekarang, dimana balita udah terbiasa dengan gadget lumrah sekali ditemui, termasuk Aliyya, anak pertama saya.

Aliyya, 3 tahun, udah terbiasa dengan tablet sejak sebelum 1 tahun. Awalnya yang lagu-lagu anak, tutorial do’a sehari-hari berlanjut jadi Masha and the bear, egg surprises, playdough, sampai barbie dan putri sofia.

Gimana nggak kecanduan kalo setiap hari Abia juga kerjanya didepan laptop? Ini yang susah karena Abia emang kerjanya online dan kalo pas jadwal dirumah ya pasti sambil buka laptop sepanjang hari dan Aliyya pasti jadi gelisah, akhirnya ngebajak kerjaannya Abia.. Nyerah deh. Tablet pun berpindah tangan dan Aliyya anteng lagi.

Susahnya adalah kalo Abia udah mulai worktrip dan Aliyya jadi mulai apatis karena pegang tablet terus. Efeknya adalah apa2 tablet.. terus jadi rusuh deh karena rewel nggak mau pisah sama tabletnya.

Harus tega. Tabletnya saya sita.

Karena saya masih serumah sama orangtua jadi suka agak tarik ulur nih soal jam pegang tablet. Tapi sekarang setelah liat Aliyya jadi agak rusuh dan apatis karena pegang tabletnya kelamaan, mereka jadi setuju. No more tablet when you’re at home.

Awalnya reaksinya kayak waktu disapih menyusui. Banyak tangisan sama drama gitu. Tapi nggak lama kok, dibanyakin aktifitas motorik aja sama banyak diajak bicara biar lupa sama tabletnya. Sukses deh.

Semarang, 5 Juli 2015

One Day One Juz

Maaf. Bukan bermaksud riya' tapi mungkin akan lebih baik jika kebaikan disebarkan, mungkin ada yang ikut terinspirasi.

Juli 2015 ada satu artikel dikaver utama harian JawaPos. One Day One Juz, ODOJ biasa begitu disebut, adalah hal yang tidak pernah saya lirik sebelumnya. Sehari 1 juz? Mana mungkin, saya sibuk dikantor dari pagi bahkan istirahat 60 menit pun sering makan terburu, shalat pun terburu karena antrian nasabah penuh di jam istirahat.

Sombongnya saya. Alloh jadi yang kesekian. Al-Qur'an pun jarang saya jamah.

Tapi saya iseng saja mendaftar. Aplikasinya tersedia di Google Playstore. Selain ODOJ, ada juga Odhalf ( Sehari 1/2 juz ) dan ODOL ( Sehari 1 lembar ). Saya memilih Odhalf. Karena mungkin bisa saya usahakan ditengah aktivitas duniawi barang mengaji 1/2 juz. Saya masuk daftar tunggu bersama teman-teman baru seluruh Indonesia. Wow, pikir saya. Ternyata ramai sekali.

2 pekan kedepan, ada seseorang akhwat yang menghubungi saya via sms dan terbentuklah grup di whatsapp. Peraturan disebutkan dan jadwal diberikan. Mengaji 1/2 juz berarti 5 lembar atau 10 halaman dalam sehari. Awal yang berat. Al-Qur'an saya bawa ke kantor, dibaca saat istirahat atau saat antrian kosong. Dirumah mertua saat mudik atau saat anak-anak sudah tertidur. Murabbiyah saya pernah bilang, "Kadang, kebaikan itu harus dipaksa. Awalnya mungkin berat namun kelamaan pasti akan terbiasa."

Saya masih jauh dari kata baik. Saya hanya seorang yang biasa namun saya ingin berubah. Membaca Al-Qur'an yang dulu sering saya tinggalkan dan dibaca saat sedang mood, menjadi sesuatu yang harus saya rutinkan.

4 bulan sudah saya disini. Masih suka telat laporan, terutama jika akhir pekan. Tertatih-tatih supaya bisa kholas, yang ternyata kuncinya adalah selesaikan diawal waktu dan tidak menunda. Di grup Odhalf dengan teman-teman yang saling mengingatkan. Agak cerewet sih karena kalau menjelang maghrib belum lapor suka disms bertubi-tubi supaya menyelesaikan tugas harian.

Alloh sudah kasih saya begitu banyak nikmat dan kemudahan, masak saya nggak mau sih rutin mengaji?

Ada yang mencibir. Ada juga yang memuji. Ah, biarkan saja. Toh saya nyaman karena Al-Qur'an menemani kemanapun saya pergi sehingga saya tidak perlu merasa khawatir. Dan yang tidak bisa dipungkiri adalah perasaan lega. Sembari berdo'a semoga ini bisa menjadi salah satu ladang amal saya. Bekal pulang nanti.

Semarang. Medio November 2015

Terimakasih

Sewaktu rawat inap di rumah sakit pasca melahirkan akhir Oktober tahun lalu, saya punya waktu 3 hari penuh melihat tayangan televisi. Ada dua yang membekas. Pertama, Just Alvin edisi Dian Sastro dan jingle Luwak White coffee edisi Kimberly Rider yang saya akhirnya tahu melalui YouTube berjudul Feeling Good by Soundroll.

Di acara itu Dian Sastro bercerita tentang hidupnya, salah satunya tentang bersyukur dan berterima kasih saat akan memulai hari. Bersyukurlah maka nikmat itu akan bertambah. Dan, saya pun mencobanya.

Bangun tidur. Membuka mata. Membaca doa bangun tidur. Duduk bersilang kaki. Memejamkan mata.

Terimakasih Alloh, kami masih bisa tidur dengan nyenyak, dengan kasur, bantal, guling dan selimut yang bersih juga nyaman.

Terimakasih Alloh, kami masih bisa bangun pagi ini dengan mata terbuka, anggota tubuh yang tidak kurang satu apapun, bergerak normal sebagaimana mestinya, masih bisa mendengar suara ayah mamah abia dan anak-anak.

Terimakasih Alloh, kami masih bisa makan makanan yang bersih dan sehat, minum air bersih tanpa perlu kesulitan mencarinya, masih bisa menikmati listrik dan udara yang bersih.

Terimakasih Alloh, kami masih bisa bergerak menjemput rezekimu, masih bisa punya cukup uang untuk membeli kebutuhan kami, masih punya kendaraan pribadi sehingga tidak perlu berdesakan dalam bis atau angkot.

Terimakasih Alloh, kami masih bisa memeluk dan mencium pipi suami dan anak-anak.

Terimakasih Alloh, kami masih bisa berangkat dan pulang bekerja dengan mudah, bertemu teman-teman, membantu orang, dan akhirnya pulang kerumah yang nyaman.

Akhirnya, tidak akan pernah cukup berterimakasih pada Alloh atas semuanya..

----

Setelah ritual sederhana ini selesai, hati ini terasa lapang dan lebih bersemangat menjalani hari.

Ayo, mencoba dan rasakan sendiri damainya. :)