Pernikahan Part 1

Mulai kerasa betapa rumitnya merencanakan suatu pernikahan. Semuanya pengin ikut turun tangan dan masing-masing kepala punya pendapatnya sendiri. Saya yang muda dan yang mau menikah cuma bisa diem saja. Ikut manggut-manggut kalau yang direncanakan sama tetua itu sesuai, tapi kalau yang dimau sama tetua itu berbeda sama keinginan saya, terus gimana donggg??

Saya sama calon suami harus berhubungan jarak jauh, Jakarta dan Jepara. Meeting point kami ada di Semarang. Keluarga besar calon suami ada di Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sedangkan keluarga besar saya ada di Tasikmalaya, Jawa Barat. Nah lhoo?? Kapan bisa ketemunya kalau jarak masing-masing itu saling berjauhan? Terpaksalah semua rencana itu ditangani lewat telepon.

Sejauh ini saya belum berekspektasi yang tinggi sekali dengan rencana pernikahan ini. Tapi yang jelas saya senang sekali.. :-) Setelah hampir 3 tahun dan

Finally, I found my way home..

Sebelum Punya Pet Shelter


Sudah hampir 21 tahun hidup saya selalu dikelilingi kucing. Seumur saya memelihara kucing, hanya 1 kali saya mempunyai kucing anggora dan sisanya adalah kucing domestik. Kenapa harus kucing domestik? Tentu saya punya alasan sendiri.

Mungkin sudah sering saya membahas soal kucing di blog ini. Tapi saya selalu ingin menuliskan pengalaman-pengalaman yang saya punya bersama kucing domestik peliharaan saya. Tingkah laku, pola makan, maupun isyarat yang mereka lakukan selalu saja memantik ide untuk dituliskan.


Aming, adalah salah satu diantaranya. Sebenarnya, kucing jantan ini bukanlah kucing peliharaan kami. Dia milik salah seorang tetangga yang selalu datang kerumah disaat jam makan pagi, siang, maupun sore. Sepertinya, dia mengenali bau kucing yang ada dirumah saya. Selain Aming, ada juga kucing-kucing liar lainnya yang suka mampir, untuk ikut makan atau hanya sekedar meminta minum.


Apakah saya terdengar seperti seorang pengkhayal? Mungkin bagi sebagian, jawabannya adalah IYA. Tapi ada juga sebagian yang punya kesenangan yang sama. Dan saya sih yakin-yakin saja dengan jalan yang saya tempuh, bukankah tiap orang punya kesenangan yang berbeda?


Aming, seperti layaknya kucing jantan yang masuk masa birahi, juga pergi meninggalkan rumah demi mencari sang betina. Dia tidak pulang hingga kira-kira 2 tahun lamanya. Kami sekeluarga mengira Aming sudah mati.
Tapi nyatanya, Aming pulang. Dengan bulu yang kotor dan badan yang kaku (dilihat sekilas saja sudah bisa dibedakan, mana yang lama terurus dengan mana yang tidak).

Ternyata, ada luka menganga yang bernanah dan bau dibelakang telinga kanan Aming. Saya pun urung menggendongnya. Menjijikan tapi saya juga tidak berani membubuhkan obat disana. Seperti yang banyak dikatakan orang bahwa kucing punya beberapa "nyawa", ini dibuktikan oleh Aming. Dia punya daya tahan yang kuat, hingga beberapa pekan kemudian setelah lukanya berulang kali sembuh dan kambuh, akhirnya luka menjijikan itu sembuh total. Tanpa obat apapun, alhamdulillah.


Sekarang Aming masih suka datang kerumah dan bergabung dengan 7 kucing lainnya untuk makan 3 kali sehari. Kendati, Aming adalah kucing liar yang kotor tapi dia tidak pernah jorok dirumah kami. Setidaknya, bagi kami, itu sudah cukup sebagai ucapan terima kasihnya.

Semarang, November 2010

How to Save The Others?

Mas Galih, Petugas Jaga UTDC PMI Semarang : "Satu bulan, kami bisa mengumpulkan -/+ 4000 kantung darah. Jumlah ini meningkat pesat 2x lipat dibanding sebelumnya.."

Syarat-syarat teknis menjadi donor darah:

  • Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat izin tertulis dari orang tua)
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100 mmHg
  • Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit
  • Hemoglobin Perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk pria minimal 12,5 gram
  • Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

***

Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:

  • Pernah menderita hepatitis B
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah transfusi
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah tato/tindik telinga
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu enam bulan sesudah operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus dipteria, atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu dua minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, dan tetanus toxin.
  • Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah.

* * *

Sedikit fakta tentang darah, dengan harapan anda, saya atau siapapun dapat mengenal lebih tentang darah kita.

  1. Satu kantung/labu darah yang kita sumbangkan, rata-rata bisa menyumbang untuk 3 kehidupan (tambahan: dan hanya awet selama 28 hari/ 4 minggu)
  2. Orang dewasa yang sehat minimal 17 tahun, dan setidaknya mempunyai berat 110 lbs (+/- 45 kg), dapat menyumbangkan sekitar satu labu setiap 56 hari, atau setiap dua bulan.
  3. Empat utama sel darah merah tipe: A, B, AB dan O. RH faktor bisa positif atau negatif. AB merupakan penerima universal; O negatif adalah universal donor sel darah merah.
  4. Satu unit darah dapat dipisahkan menjadi beberapa komponen: sel darah merah, plasma, platelets dan cryoprecipitate.
  5. Sel darah merah membawa oksigen ke organ-organ tubuh dan jaringan. Sel darah merah tinggal sekitar 120 hari dalam sistem peredaran darah.
  6. Platelets mempromosikan darah dan memberi mereka yang leukemia dan kanker lainnya kesempatan untuk hidup.
  7. Plasma adalah kuning pucat campuran air, protein dan garam. Plasma, yang 90 persen air, membuat sampai 55 persen dari volume darah.
  8. 42 hari: lamanya sel darah merah dapat disimpan. Lima hari: lamanya platelets dapat disimpan. Satu tahun: lamanya plasma beku dapat disimpan. (ini masih menjadi perdebatan karena di Indonesia usia penyimpanan Sel darah merah itu hanya 28 hari atau sekitar 4 minggu)
  9. Anak-anak yang dirawat untuk kanker, bayi prematur dan anak-anak yang memerlukan operasi jantung dan darah platelets dari donor dengan berbagai jenis, khususnya jenis O.
  10. Pasien penderita kurang darah memerlukan transfusi darah untuk meningkatkan tingkat sel darah merah. Kanker, transplantasi dan trauma pasien, serta pasien yang menjalani operasi jantung terbuka memerlukan platelet transfusions untuk bertahan hidup.
  11. Tes tigabelas (11 untuk penyakit menular) yang dilakukan pada setiap unit darah yang disumbangkan.
  12. 17 persen dari non-donor memberikan alasan “never thought about it” sebagai alasan utama untuk tidak menjadi donor, sedangkan 15 persen mengatakan mereka sudah terlalu sibuk.
  13. # 1 alasan donor darah mereka berikan adalah karena mereka “ingin membantu orang lain.“
  14. Jika semua memberi donor darah tiga kali dalam setahun, kekurangan darah akan menjadi peristiwa langka di dunia ini
  15. 46,5 gallons: jumlah darah yang dapat disumbangkan jika anda mulai pada usia 17 dan donasi setiap 56 hari hingga mencapai 79 tahun.
  16. Empat langkah mudah untuk menyumbangkan darah: sejarah medis, tes fisik cepat, donor dan makanan ringan.
  17. Donor darah biasanya hanya memakan waktu sekitar 10 menit (namun bisa memperpanjang nyawa yang membutuhkan, selama bertahun2 lagi). Seluruh proses – mulai dari waktu anda masuk ke waktu yang meninggalkan – berlangsung sekitar satu jam. Setelah menyumbangkan darah, tubuh anda mengganti cairan dalam 1 jam dan sel darah merah dalam waktu empat minggu. Delapan bulan yang diperlukan untuk mengembalikan besi hilang setelah sumbangan.
  18. Darah membuat sampai sekitar 7 persen dari berat badan Anda. Memberikan darah tidak akan menurunkan kekuatan.
  19. Anda mendapat cek kesehatan gratis pada saat anda menyumbangkan darah :) .

Sumber : http://bloodforlife.wordpress.com/syarat-donor-darah/


(Belum) Boleh Berhenti Bermimpi


Kata salah satu kawan komunitas, tahun 2010 ini adalah tahun keberuntungan saya. Lalu, saya menilik ulang mimpi-mimpi saya. Dimulai sejak wisuda bulan Januari 2010 yang didampingi orangtua, adik satu-satunya, juga sang tunangan yang menyempatkan diri cuti barang sehari. Hingga bulan Oktober ini, saya bisa mewujudkan mimpi saya untuk punya penghasilan sendiri, jadi tidak perlu merepotkan orangtua lagi dalam urusan finansial.

Ditengahi dengan maju satu langkah setelah 2 tahun meneguhkan komitmen menuju hal yang serius dan sebenarnya dengan si dia pada medio September 2010 lalu.

Dan kini, saya terjebak di Jepara, dekat dengan pantai Kartini. Sejak jaman kuliah, inilah yang saya inginkan. Mencoba mandiri, berpisah dengan orangtua. Tercapai sudah semuanya. Saya dialihtugaskan ke Kantor Layanan Syariah Jepara. Dekat dengan laut dan pantai. Salah satu ciptaan Allah SWT yang mampu jadi pelarian disaat penat dan menjadi sumber inspirasi tiada henti.

Mimpi itu tiada batasnya.

Kadang, memang impian-impian itu tersendat dan tidak semuanya berkembang sempurna layaknya cendawan di musim penghujan. Namun, jika kehendak Allah sudah berkata, semuanya akan mengalir tanpa henti, bahkan membuat diri berdecak kagum atas rencana indah-Nya.

Bumi Kartini, Oktober 2010

Chocodot Khas Garut

Idul Fitri 1431 H ini saya berkunjung ke kecamatan Leles, Garut, Jawa Barat. Ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dari kota Tasikmalaya. Garut adalah kota kelahiran enin ( nenek dalam bahasa Sunda ) dari pihak ayah. Jenazah almarhumah enin juga dimakamkan di Leles. Saudara yang tersisa hanyalah adik enin, sedangkan anggota keluarga yang lain juga ada yang sudah berpulang atau nggak diketahui jejaknya.

Mungkin sudah banyak orang yang tahu, apa saja kuliner juga kudapan khas Garut. Diantaranya ada dorokdok (kerupuk kulit yang mirip rambak, biasanya terbuat dari kulit sapi), dan dodol. Kalau biasanya, dodol yang dijual di toko-toko kuliner itu murni cuma dodol atau variasi dodol yang dicampur dengan essens buah. Kemarin saya melewati satu toko dodol yang istimewa, d' Jieun Tjoklat, namanya. Tepatnya di Saung Cokelat, Jl. Babakan Selaawi No.25 Cipanas - Tarogong, Garut. Kata Aa Kiki, owner Saung Cokelat, Chocodot juga bisa dibeli via online. Mantaaplah.. ( Aa Kiki, numpang promosi didieu teu nanaon nya'.. ^^ )

D' Jieun Tjoklat adalah toko yang ngejual Chocodot ( Chocolate with Dodol Garut ). Ini inovasi baru dari dodol Garut, jadi sekarang nggak sekedar dodol biasa lagi deh.. ^^ Ada Chocodot rasa bandrek, sekoteng, bajigur, bahkan cabe.



Cokelat bar ini cuma Rp. 12.000,- dan Indonesia Bangeeet..


Chocodot GaGe (Garut Geulis) Rp. 12.000,- per besek kecil

*bikin kalap belanja.. Cantik banget packagingnya*

sumber foto :
  1. Chocodot Bar 12.000,-
  2. Chocodot GaGe (Garut Geulis)

Ini Hidupku, Bagaimana Denganmu?


Hidup bisa berjalan tak sesuai dengan rencana semula. Saya mencanangkan tiga buah dan hanya satu yang teraih, dengan alur dan sketsa yang sama persis selalu saya riuh gemborkan setiap kali ada yang bertanya, "Apa rencanamu? Apa yang ingin kamu raih? Sekolah lagi, bekerja, atau menikah muda?"

Tak ada yang bisa membuat masterplan itu sempurna, karena terkadang ditengahnya akan banyak jalan yang berlubang, persis aspal yang digerogoti tetesan air hujan. Lebih sering, rasa syukur yang menutupinya hingga menjadi kepingan puzzle yang utuh.

Hidup saya tidak sama lagi, setelah Allah memberikan saya apa yang ternyata saya butuhkan. Allah memainkan plan A saya dan saya baru menyadarinya beberapa pekan setelah mimpi yang menjadi nyata itu berjalan.

Setelah lulus, saya amat berharap bisa bekerja ditempat yang sesuai dengan impian saya semenjak sekolah dasar, saya ingin menjadi seorang Jurnalis. Tapi apa mau dikata, Allah menyorongkan saya bulatan nasib yang justru selama ini saya hindari, menjadi seorang bankir. Karena keluarga besar saya mayoritas bergerak di bidang perbankan, saya ingin mencari jalan sendiri, alur yang berbeda, dan tentu impian saya. Allah mengamanahi saya bekerja di salah satu bank syariah terbesar di negeri ini.

Lantas, bagaimana dengan gairah saya yang besar terhadap aktivitas menulis?

Dengan bangga saya katakan. Gairah itu tidak akan pernah padam, meskipun intensitasnya akan berkurang. Menulis adalah hidup saya, dunia yang menemani saat tidak ingin bicara. Seperti kata, Khrisna Pabichara, "dengan menulis, saya bisa menumpahkan kecamuk perasaan, kecewa, amarah, sakit hati, dendam, rindu, sunyi, sepi, kehilangan, harapan, cinta. Dengan menulis sajak, saya merasa lebih sehat."

Ini hidupku, bagaimana denganmu?

Semarang, 17 Agustus 2010

Romantisme Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan acapkali membawa kejutan istimewa. Berwujud kekuatan kasat mata bagaimana mengasah naluri, menahan rasa diri, terus memberi yang terbaik, meski tak luput juga dari sisa-sisa gejolak yang terselip dicelahnya. Ramadhan, bagi saya, bukan dilihat dari menu sahur atau buka puasa, bukan pula murah atau mahalnya asesori hari raya. Ramadhan, menghadirkan ekspektasi tinggi pengalaman spiritual. Melahirkan romantisme juga kerinduan membuncah setelah lolos melewatinya.

Seperti ada gerimis, melihat mereka yang katanya proletar, ikhlas berpuasa ditengah teriknya hari. Berseduh keringat tanpa bisa menawar nasib. Sedangkan, yang katanya kaum cendekiawan, berkeliling penyejuk udara setiap harinya. Malah tertidur saat menunaikan ibadah bekerja, dengan berkelit dan melontar alasan, "Sedang berpuasa".

Ada perasaan tak biasa yang tak bisa saya jelaskan, bahkan dengan kata.

ps : Ramadhan 1431 H - 17 Agustus 2010